5 Putra Terbaik IPB University Meninggal Dunia di Masa Pandemi Covid-19
Kamis, 23 April 2020 - 16:50 WIB
Lima putra terbaik IPB University yang meninggal dunia di masa pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).Foto/Ilustrasi/istimewa
BOGOR - Civitas Akademik IPB University kembali berduka. Salah satu dosen Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB University, Memen Surahman dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, Rabu, 22 April 2020 petang. Dengan demikian, berdasarkan catatan SINDO, dalam kurun waktu kurang dari satu bulan sudah ada lima putra terbaik IPB University yang meninggal dunia di masa wabah atau pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).
Mereka di antaranya, Aji Hermawan (25 Maret di RS Hermina Bogor), Asep Setiawan (02 April di RS Azra Bogor), Yusran Massijaya (10 April di RSPAD Gatot Subroto Jakarta), Mohammad Nadjikh (17 April di Surabaya) dan terkahir Memen Surahman (22 April di RSUD Bogor). Meski belum ada keterangan resmi soal diagnosa penyakit yang diidap para almarhum itu apakah terkait dengan Covid-19 atau tidak, namun demikian Rektor IPB University Arif Satria dalam keterangan pers tertulisnya kerap menyampaikan tentang langkah-langkah antisipasi pencegahan penyakit dan protokol kesehatan.
Selain menyatakan rasa duka yang mendalam atas kehilangan salah satu putra terbaiknya seraya menjabarkan tentang sejumlah karya-karya inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan mendoakan para alhmarhum husunul khotimah, kata Arif, pihaknya sudah melakukan langkah maksimal.
"Selama ini IPB University sudah melakukan langkah-langkah maksimal untuk mencegah warga IPB University dari penyakit dengan sejumlah protokol yang telah dijalankan. Juga kepada almarhum, IPB University sudah berusaha memberikan pelayanan maksimal dengan bekerja sama dengan rumah sakit," ungkap Arif dalam press rilis mengenai kabar duka almarhum Memen, Kamis (23/04/2020).
Mereka di antaranya, Aji Hermawan (25 Maret di RS Hermina Bogor), Asep Setiawan (02 April di RS Azra Bogor), Yusran Massijaya (10 April di RSPAD Gatot Subroto Jakarta), Mohammad Nadjikh (17 April di Surabaya) dan terkahir Memen Surahman (22 April di RSUD Bogor). Meski belum ada keterangan resmi soal diagnosa penyakit yang diidap para almarhum itu apakah terkait dengan Covid-19 atau tidak, namun demikian Rektor IPB University Arif Satria dalam keterangan pers tertulisnya kerap menyampaikan tentang langkah-langkah antisipasi pencegahan penyakit dan protokol kesehatan.
Selain menyatakan rasa duka yang mendalam atas kehilangan salah satu putra terbaiknya seraya menjabarkan tentang sejumlah karya-karya inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan mendoakan para alhmarhum husunul khotimah, kata Arif, pihaknya sudah melakukan langkah maksimal.
"Selama ini IPB University sudah melakukan langkah-langkah maksimal untuk mencegah warga IPB University dari penyakit dengan sejumlah protokol yang telah dijalankan. Juga kepada almarhum, IPB University sudah berusaha memberikan pelayanan maksimal dengan bekerja sama dengan rumah sakit," ungkap Arif dalam press rilis mengenai kabar duka almarhum Memen, Kamis (23/04/2020).
Lihat Juga :