4 Rute Bus AKDP Beroperasi Kembali dari Terminal Bekasi
Selasa, 09 Juni 2020 - 14:46 WIB
Empat rute bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) mulai beroperasi kembali di Terminal Induk Kota Bekasi di Jalan Ir H Juanda, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur. Foto/Dok/SINDOnews
BEKASI - Empat rute bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) mulai beroperasi kembali di Terminal Induk Kota Bekasi di Jalan Ir H Juanda, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur. Sebelumnya, terminal Bekasi tidak diperbolehkan melayani penumpang selama pandemi virus Corona atau COVID-19.
Kepala Terminal Bekasi, Kurniawan mengatakan, empat rute bus yang mulai melayani penumpang, yakni dari Bekasi menuju Garut, Tasikmalaya, Singaparna, dan Kuningan. "Baru rute ini yang kami buka, kalau untuk Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) masih ditutup sambil menunggu kebijakan berikutnya," katanya, Selasa (9/6/2020). (Baca juga; Bus Beroperasi Lagi, Pemeriksaan Penumpang Diperketat )
Meskipun beroperasi, kata Kurniawan, pemerintah mewajibkan seluruh armada yang beroperasi untuk menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah pada masa pandemi Corona. "Hari ini jumlah armada AKDP belum kembali normal seperti sebelum pandemi, sekarang mengangkut 50% penumpang,” ujarnya.
Kurniawan menjelaskan, kondisi ini kemungkinan dipengaruhi kebijakan Perusahaan Otobus (PO) yang belum mengoperasikan seluruh armadanya karena penghitungan untung rugi. Namun, tranportasi harus berjalan kembali sesuai protokol kesehatan agar roda ekonomi kembali berjalan di Kota Bekasi. (Baca juga; Pemkot Bogor Belum Izinkan Ojek Online Angkut Penumpang )
Kepala Terminal Bekasi, Kurniawan mengatakan, empat rute bus yang mulai melayani penumpang, yakni dari Bekasi menuju Garut, Tasikmalaya, Singaparna, dan Kuningan. "Baru rute ini yang kami buka, kalau untuk Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) masih ditutup sambil menunggu kebijakan berikutnya," katanya, Selasa (9/6/2020). (Baca juga; Bus Beroperasi Lagi, Pemeriksaan Penumpang Diperketat )
Meskipun beroperasi, kata Kurniawan, pemerintah mewajibkan seluruh armada yang beroperasi untuk menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah pada masa pandemi Corona. "Hari ini jumlah armada AKDP belum kembali normal seperti sebelum pandemi, sekarang mengangkut 50% penumpang,” ujarnya.
Kurniawan menjelaskan, kondisi ini kemungkinan dipengaruhi kebijakan Perusahaan Otobus (PO) yang belum mengoperasikan seluruh armadanya karena penghitungan untung rugi. Namun, tranportasi harus berjalan kembali sesuai protokol kesehatan agar roda ekonomi kembali berjalan di Kota Bekasi. (Baca juga; Pemkot Bogor Belum Izinkan Ojek Online Angkut Penumpang )
Lihat Juga :