Wujudkan Indonesia Bebas Emisi Karbon, Perum PPD Siapkan 100 Bus Listrik
Selasa, 09 November 2021 - 20:02 WIB
Perum PPDa menjalin kerja sama dengan PT. Sinar Armada Globalindo menyediakan bus listrik.Foto/SINDOnews/Okto Rizki Alpino
JAKARTA - Perusahaan Umum Pengangkutan Penumpang Djakarta ( Perum PPD ) menjalin kerja sama dengan PT. Sinar Armada Globalindo menyediakan bus listrik sebagai moda transportasi ramah lingkungan. Perum PPD berencana melakukan pengadaan 100 unit bus listrik di 2022.
Direktur Utama Perum PPD Pande Putu Yasa mengatakan, akan melakukan konversi peremajaan bus berbahan bakar diesel menuju bus listrik sebagai upaya pembuktian konsistensi Perum PPD dalam rangka pengurangan polusi udara yang disebabkan oleh penggunaan pribadi.
"Mendukung program pemerintah menjadikan kendaraan di Indonesia ramah lingkungan dengan menggunakan kendaraan listrik termasuk bus," kata Pande di Jakarta Timur, Selasa (9/11/2021).
Menurut dia, langkah itu bentuk dukungan konkret dalam upaya menyukseskan amanat Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). "Bertujuan untuk mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak dan meningkatkan ketahanan energi nasional serta menjadikan Indonesia yang bebas emisi karbon atau Net Zero Emission (NZE) pada 2060," ujarnya.
Direktur Utama Perum PPD Pande Putu Yasa mengatakan, akan melakukan konversi peremajaan bus berbahan bakar diesel menuju bus listrik sebagai upaya pembuktian konsistensi Perum PPD dalam rangka pengurangan polusi udara yang disebabkan oleh penggunaan pribadi.
"Mendukung program pemerintah menjadikan kendaraan di Indonesia ramah lingkungan dengan menggunakan kendaraan listrik termasuk bus," kata Pande di Jakarta Timur, Selasa (9/11/2021).
Menurut dia, langkah itu bentuk dukungan konkret dalam upaya menyukseskan amanat Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). "Bertujuan untuk mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak dan meningkatkan ketahanan energi nasional serta menjadikan Indonesia yang bebas emisi karbon atau Net Zero Emission (NZE) pada 2060," ujarnya.
Lihat Juga :