Anak Putus Sekolah di Kota Makassar Bakal Disekolahkan
Selasa, 12 Oktober 2021 - 20:11 WIB
Angka anak putus sekolah di Makassar masih tinggi. Foto: Sindonews/dok
MAKASSAR - Anak putus sekolah kini jadi atensi Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar. Mereka akan melakukan pendataan untuk mengembalikannya ke sekolah.
Di Kota Makassar, jumlah anak putus sekolah memang terbilang tinggi. Selama lima tahun terakhir atau hingga 2020, disdik mencatat ada 4.508 anak sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang tidak lagi bersekolah.
Baca Juga: Lima Tahun, 4.508 Anak di Kota Makassar Putus Sekolah
Plt Kadisdik Kota Makassar , Nielma Palamba mengatakan, Wali Kota-Wakil Wali Kota Makassar Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto-Fatmawati Rusdi punya program semua anak harus sekolah. Makanya, jumlah anak putus sekolah ini akan menjadi atensi sebagai bentuk implementasi program tersebut.
“Ada 35 sekolah yang akan dijadikan sampel untuk lokus. Kemudian ada tiga kecamatan di pinggiran kota yang kita jadikan pusat pendataan berbasis masyarakat,” kata dia, kepada SINDO, Selasa (12/10/2021).
Pendataan ini, kata Nielma, akan melibatkan RT/RW setempat. Pasalnya, mereka diyakini lebih memahami dan mengetahui kondisi masyarakat yang ada di wilayahnya. Ini akan memudahkan proses pendataan.
Di Kota Makassar, jumlah anak putus sekolah memang terbilang tinggi. Selama lima tahun terakhir atau hingga 2020, disdik mencatat ada 4.508 anak sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang tidak lagi bersekolah.
Baca Juga: Lima Tahun, 4.508 Anak di Kota Makassar Putus Sekolah
Plt Kadisdik Kota Makassar , Nielma Palamba mengatakan, Wali Kota-Wakil Wali Kota Makassar Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto-Fatmawati Rusdi punya program semua anak harus sekolah. Makanya, jumlah anak putus sekolah ini akan menjadi atensi sebagai bentuk implementasi program tersebut.
“Ada 35 sekolah yang akan dijadikan sampel untuk lokus. Kemudian ada tiga kecamatan di pinggiran kota yang kita jadikan pusat pendataan berbasis masyarakat,” kata dia, kepada SINDO, Selasa (12/10/2021).
Pendataan ini, kata Nielma, akan melibatkan RT/RW setempat. Pasalnya, mereka diyakini lebih memahami dan mengetahui kondisi masyarakat yang ada di wilayahnya. Ini akan memudahkan proses pendataan.
Lihat Juga :