Hari Anak Nasional, 1.000 Pelajar Kota Bogor Antusias Divaksin
Minggu, 01 Agustus 2021 - 00:05 WIB
Sebanyak 1.000 pelajar perwakilan dari tingkat SMP/Mts dan SMA/sederajat mengikuti vaksinasi covid-19 di SMP Negeri 5 Kota Bogor, Sabtu (31/7/2021). Foto: Dok/Pemkot Bogor
BOGOR - Sebanyak 1.000 pelajar perwakilan dari tingkat SMP/Mts dan SMA/sederajat mengikuti vaksinasi Covid-19 di SMP Negeri 5 Kota Bogor, Sabtu (31/7/2021). Vaksinasi bagi anak-anak usia 12-18 tahun ini diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional Tingkat Kota Bogor Tahun 2020.
Baca juga: Komunitas Golf Bersama SHGC Sukses Gelar Vaksinasi Massal Covid-19 "Kita ingin percepatan vaksinasi karena berpacu dengan waktu. Kota Bogor tengah menggenjot target vaksinasi, awalnya 5 ribu sampai 7 ribu per hari, diusahakan untuk mencapai 10 hingga 15 ribu per hari. Kita terus sosialisasikan," kata Wali Kota Bogor Bima Arya, usai meninjau vaksinasi.
Baca juga: Mengintip Posko PPKM Pasar Ikan Muara Baru, Ada Vaksinasi, Pembagian Sembako hingga Masker
Berdasarkan data di lapangan, bahwa vaksin bukan saja mencegah memperburuk kondisi akibat terpapar Covid-19, tetapi juga mengurangi risiko kematian. Saat ini, sambung Bima, hal yang lebih mendesak adalah suplai vaksin.
Baca juga: Sertifikat Vaksin Diusulkan Jadi Syarat Masuk Mall, Apindo: Mekanisme Harus Jelas
"Komunikasi dan koordinasi terus dilakukan kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Belum lama kita mendapat vaksin sebanyak 60 ribu tapi tanggal 4 kemarin sudah habis lagi. Jika habis akan ditambah lagi," ungkapnya.
Baca juga: Komunitas Golf Bersama SHGC Sukses Gelar Vaksinasi Massal Covid-19 "Kita ingin percepatan vaksinasi karena berpacu dengan waktu. Kota Bogor tengah menggenjot target vaksinasi, awalnya 5 ribu sampai 7 ribu per hari, diusahakan untuk mencapai 10 hingga 15 ribu per hari. Kita terus sosialisasikan," kata Wali Kota Bogor Bima Arya, usai meninjau vaksinasi.
Baca juga: Mengintip Posko PPKM Pasar Ikan Muara Baru, Ada Vaksinasi, Pembagian Sembako hingga Masker
Berdasarkan data di lapangan, bahwa vaksin bukan saja mencegah memperburuk kondisi akibat terpapar Covid-19, tetapi juga mengurangi risiko kematian. Saat ini, sambung Bima, hal yang lebih mendesak adalah suplai vaksin.
Baca juga: Sertifikat Vaksin Diusulkan Jadi Syarat Masuk Mall, Apindo: Mekanisme Harus Jelas
"Komunikasi dan koordinasi terus dilakukan kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Belum lama kita mendapat vaksin sebanyak 60 ribu tapi tanggal 4 kemarin sudah habis lagi. Jika habis akan ditambah lagi," ungkapnya.
Lihat Juga :