Antisipasi Kluster Pasar Antri Meluas, Ini Langkah Dinkes Bandung Barat
Selasa, 26 Mei 2020 - 19:15 WIB
Ruang isolasi di Aula Masjid Ash-Shiddiq rencananya akan dipergunakan untuk menampung pasien positif COVID-19 dari kluster Pasar Antri. Foto/dok.SINDOnews
BANDUNG BARAT -
Pemkab Bandung Barat langsung mengambil langkah cepat setelah seorang warga yang merupakan pedagang di Pasar Antri terkonfirmasi positif COVID-19. Petugas Dinas Kesehatan segera melacak orang-orang yang berhubungan dengan pasien positif tersebut, termasuk keluarga dekatnya.
Ini dilakukan untuk mencegah meluasnya penularan sehingga menjadi kluster baru COVID-19 . "Kami sudah lakukan tes swab kepada keluarga pasien positif dari kluster Pasar Antri, serta orang-orang dan tetangga yang sempat berinteraksi," terang Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandung Barat, Nanang Ismantoro saat dikonfirmasi, Selasa (26/5/2020).
(Baca: Ridwan Kamil Ungkap Protokol New Normal di Jawa Barat)
Seperti diketahui, satu dari dua pedagang yang terkonfirmasi positif COVID-19 tercatat sebagai warga Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat . Kini, yang bersangkutan sudah melakukan isolasi mandiri dan rencananya akan dilanjutkan di ruang isolasi khusus, aula Masjid Ash-Shiddiq di Kompleks Pemkab Bandung Barat.
Nanang menjelaskan isolasi di ruang khusus tersebut lebih aman daripada di rumah. Ruang isolasi khusus di aula Masjid Ash-Shiddiq dibuat dengan standar rumah sakit. Selain aula masjid ruang isolasi khusus tersedia di RSUD Cililin, Cikalongwetan, dan Lembang.
Pemkab Bandung Barat langsung mengambil langkah cepat setelah seorang warga yang merupakan pedagang di Pasar Antri terkonfirmasi positif COVID-19. Petugas Dinas Kesehatan segera melacak orang-orang yang berhubungan dengan pasien positif tersebut, termasuk keluarga dekatnya.
Ini dilakukan untuk mencegah meluasnya penularan sehingga menjadi kluster baru COVID-19 . "Kami sudah lakukan tes swab kepada keluarga pasien positif dari kluster Pasar Antri, serta orang-orang dan tetangga yang sempat berinteraksi," terang Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandung Barat, Nanang Ismantoro saat dikonfirmasi, Selasa (26/5/2020).
(Baca: Ridwan Kamil Ungkap Protokol New Normal di Jawa Barat)
Seperti diketahui, satu dari dua pedagang yang terkonfirmasi positif COVID-19 tercatat sebagai warga Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat . Kini, yang bersangkutan sudah melakukan isolasi mandiri dan rencananya akan dilanjutkan di ruang isolasi khusus, aula Masjid Ash-Shiddiq di Kompleks Pemkab Bandung Barat.
Nanang menjelaskan isolasi di ruang khusus tersebut lebih aman daripada di rumah. Ruang isolasi khusus di aula Masjid Ash-Shiddiq dibuat dengan standar rumah sakit. Selain aula masjid ruang isolasi khusus tersedia di RSUD Cililin, Cikalongwetan, dan Lembang.
Lihat Juga :