Survei Elektabilitas Cagub DKI Jakarta: Risma Teratas, Anies Lemah
Kamis, 04 Maret 2021 - 20:20 WIB
Mensos Tri Rismaharini atau Risma dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Dok SINDOnews
JAKARTA - Jadwal Pilkada DKI Jakarta masih belum ditentukan, apakah akan diselenggarakan pada 2022 atau serentak pada 2024. Meski demikian, situasi politik sudah terasa menghangat, terutama sejak mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau Risma masuk kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) periode kedua.
Melalui reshuffle, Risma diposisikan sebagai Menteri Sosial. Dengan jabatan baru tersebut, Risma melancarkan sejumlah gebrakan dengan menyasar keberadaan tuna wisma di Jakarta. Alhasil, hal tersebut makin menguatkan pandangan bahwa Risma bakal bertarung dalam Pilkada DKI.
Baca juga: Survei NSN: Kepuasan Warga Terhadap Anies di Bawah 40 Persen
Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diyakini akan kembali maju. Hasil survei yang dilakukan Nusantara Strategic Network (NSN) menunjukkan persaingan ketat Risma dan Anies. Secara mengejutkan, Risma mengungguli Anies dengan selisih elektabilitas sebesar 2,2 persen.
“Dua calon gubernur DKI Jakarta bersaing ketat, di mana Risma pada posisi teratas, sedangkan Anies sebagai incumbent lemah,” ujar Direktur Program NSN Riandi di Jakarta, Kamis (4/3/2021).
Melalui reshuffle, Risma diposisikan sebagai Menteri Sosial. Dengan jabatan baru tersebut, Risma melancarkan sejumlah gebrakan dengan menyasar keberadaan tuna wisma di Jakarta. Alhasil, hal tersebut makin menguatkan pandangan bahwa Risma bakal bertarung dalam Pilkada DKI.
Baca juga: Survei NSN: Kepuasan Warga Terhadap Anies di Bawah 40 Persen
Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diyakini akan kembali maju. Hasil survei yang dilakukan Nusantara Strategic Network (NSN) menunjukkan persaingan ketat Risma dan Anies. Secara mengejutkan, Risma mengungguli Anies dengan selisih elektabilitas sebesar 2,2 persen.
“Dua calon gubernur DKI Jakarta bersaing ketat, di mana Risma pada posisi teratas, sedangkan Anies sebagai incumbent lemah,” ujar Direktur Program NSN Riandi di Jakarta, Kamis (4/3/2021).
Lihat Juga :