Ngeri...Granat Aktif Menggelinding dari Karung Pemulung Tulungagung
Selasa, 22 Desember 2020 - 19:08 WIB
Petugas Gegana memusnahkan granat aktif yang ditemukan seorang pemulung di Desa Beji, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung. Foto/Ist.
TULUNGAGUNG - Purwito (66) seorang pemulung asal Desa Beji, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, menemukan sebutir granat saat memilah barang barang hasil pulungannya. Senjata peledak yang diduga masih aktif lengkap dengan pin pengunci tersebut, menggelinding dari dalam karung pulungnya.
(Baca juga: Kondisi Rumahnya Kini Lengang, Tetangga Tak Kaget Risma Ditunjuk Jadi Mensos )
"Saat dikeluarkan anak saya (hasil memulung), tiba-tiba ada benda bulat menggelinding," tutur Purwito kepada petugas, Selasa (22/12/2020). Granat berbentuk bulat atau biasa disebut granat manggis itu berwarna hijau.
Tulisan di permukaannya, kata Purwito masih terbaca cukup jelas. Ada huruf dan label angka. Purwito tidak ingat mendapat pulungan dari mana, sehingga sebuah granat ikut terangkut. Sebab sebelumnya ia berkeliling di wilayah Kecamatan Boyolangu hingga Kecamatan Sumbergempol. "Tidak ingat. Saya keliling mulai Desa Beji, Junjung, Doroampel, dan Serut," papar Purwito menerangkan.
(Baca juga: Natal di Tengah Pandemi COVID-19, Lansia di Panti Wredha Menerima Berkah )
Rizal Ferianto (23), putra Purwito yang saat itu menyortir hasil pulungan plastik dan besi ayahnya, sempat mengira granat mainan. Namun karena berat dan terbuat dari besi, ia curiga sebagai granat betulan. Rizal kemudian memutuskan melapor ke kepolisian. Begitu menerima laporan petugas langsung memasang garis polisi.
(Baca juga: Kondisi Rumahnya Kini Lengang, Tetangga Tak Kaget Risma Ditunjuk Jadi Mensos )
"Saat dikeluarkan anak saya (hasil memulung), tiba-tiba ada benda bulat menggelinding," tutur Purwito kepada petugas, Selasa (22/12/2020). Granat berbentuk bulat atau biasa disebut granat manggis itu berwarna hijau.
Tulisan di permukaannya, kata Purwito masih terbaca cukup jelas. Ada huruf dan label angka. Purwito tidak ingat mendapat pulungan dari mana, sehingga sebuah granat ikut terangkut. Sebab sebelumnya ia berkeliling di wilayah Kecamatan Boyolangu hingga Kecamatan Sumbergempol. "Tidak ingat. Saya keliling mulai Desa Beji, Junjung, Doroampel, dan Serut," papar Purwito menerangkan.
(Baca juga: Natal di Tengah Pandemi COVID-19, Lansia di Panti Wredha Menerima Berkah )
Rizal Ferianto (23), putra Purwito yang saat itu menyortir hasil pulungan plastik dan besi ayahnya, sempat mengira granat mainan. Namun karena berat dan terbuat dari besi, ia curiga sebagai granat betulan. Rizal kemudian memutuskan melapor ke kepolisian. Begitu menerima laporan petugas langsung memasang garis polisi.
Lihat Juga :