Tangani Kesehatan Habib Rizieq, MER-C juga Kerap Bertugas di Daerah Konflik
Kamis, 03 Desember 2020 - 20:05 WIB
MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) mendadak terkenal setelah dipercaya Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) menangani kesehatannya. Foto: Dok SINDOnews
JAKARTA - Lembaga Kesehatan MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) mendadak terkenal setelah dipercaya Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) menangani kesehatannya. MER-C juga tetap merahasiakan hasil tes swab Habib Rizieq meski didorong berbagai pihak.
Dikutip dari situs resmi mer-c.org, MER-C adalah organisasi sosial kemanusiaan yang bergerak dalam bidang kegawatdaruratan medis dan mempunyai sifat amanah, profesional, netral, mandiri, sukarela, dan mobilitas tinggi.
Didirikan sejak 1999 lalu, MER-C berasaskan Islam dan berpegang pada prinsip rahmatan lil'aalamiin, dalam hal ini pertolongan kepada semua makhluk baik personal maupun kelompok tanpa melihat latar belakang, agama, mazhab, harakah, kebangsaan, etnis, golongan, politik, penjahat/bukan, pemberontak/bukan melainkan atas dasar urgency yaitu to help the most vulnerable people and the most neglected people. (Baca juga: Viral Hasil Swab Habib Rizieq Shihab, MER-C: Kami Tak Pernah Keluarkan Surat Itu)
"Atas dasar inilah MER-C menjalankan misi kemanusiaannya ke Afghanistan, Irak, Iran, Palestina, Lebanon Selatan, Kashmir, Sudan, Filipina Selatan, dan Thailand Selatan. Begitu juga ketika mengawal kesehatan ustad Abu Bakar Baasyir, ustad Abu Jibril, almarhumah istri almarhum Panglima GAM Ishak Daud, orang-orang yang dipenjara karena tuduhan teroris (almarhum Imam Samudera, Amrozi, Ali Gufron, dan lain-lain) dan narkoba, serta Komjen Pol Susno Duaji," seperti dikutip dari mer-c.org, Kamis (3/12/2020).
Dikutip dari situs resmi mer-c.org, MER-C adalah organisasi sosial kemanusiaan yang bergerak dalam bidang kegawatdaruratan medis dan mempunyai sifat amanah, profesional, netral, mandiri, sukarela, dan mobilitas tinggi.
Didirikan sejak 1999 lalu, MER-C berasaskan Islam dan berpegang pada prinsip rahmatan lil'aalamiin, dalam hal ini pertolongan kepada semua makhluk baik personal maupun kelompok tanpa melihat latar belakang, agama, mazhab, harakah, kebangsaan, etnis, golongan, politik, penjahat/bukan, pemberontak/bukan melainkan atas dasar urgency yaitu to help the most vulnerable people and the most neglected people. (Baca juga: Viral Hasil Swab Habib Rizieq Shihab, MER-C: Kami Tak Pernah Keluarkan Surat Itu)
"Atas dasar inilah MER-C menjalankan misi kemanusiaannya ke Afghanistan, Irak, Iran, Palestina, Lebanon Selatan, Kashmir, Sudan, Filipina Selatan, dan Thailand Selatan. Begitu juga ketika mengawal kesehatan ustad Abu Bakar Baasyir, ustad Abu Jibril, almarhumah istri almarhum Panglima GAM Ishak Daud, orang-orang yang dipenjara karena tuduhan teroris (almarhum Imam Samudera, Amrozi, Ali Gufron, dan lain-lain) dan narkoba, serta Komjen Pol Susno Duaji," seperti dikutip dari mer-c.org, Kamis (3/12/2020).
Lihat Juga :