Janda dan Anaknya Lolos dari Penyekapan Kekasih saat Disuruh Masak di Dapur
Senin, 30 November 2020 - 11:10 WIB
Mengaku kesal, seorang laki laki di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalteng tega menyekap pacar dan anaknya di kebun sawit lalu menganiaya. (Ist)
KOTAWARINGIN TIMUR - Mengaku kesal, seorang laki-laki di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalteng tega menyekap pacar dan anaknya di kebun sawit lalu menganiaya. Tersangka adalah seorang petani SD (38) warga Jalan Jendral Sudirman Km 35, Sampit Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Telawang Kabupaten Kotim.
Atas laporan korban, Anggota Resmob Polres Kotawaringin Timur (Kotim) berhasil melakukan penangkapan pelaku Tindak Pidana Penganiayaan dan penyekapan pada Sabtu (28/11/2020) pukul 21.00 WIB.
Korban adalah seorang janda, ibu rumah tangga (IRT) EJ (37) warga Jalan Desa Cempaga Mulia Barat RT/RW 020/007 Desa Lubuk Durian Kecamatan Cempaga, Kotim dan anak laki laki SL (11).
Kasatreskrim Polres Kotim AKP Zaldy Kurniawan menyampaikan, hubungan korban dengan tersangka adalah pacar dan korban adalah janda anak satu. "Motifnya tersangka kesal degan korban karena sehari sebelumnya korban pulang dari rumah tersangka tiba-tiba tanpa pamit dengan tersangka,” jelas Zaldy Senin 30 November 2020.
Dijelaskan, awalnya pelaku SD menjemput korban di rumah korban dengan menggunakan sebuah mobil dengan alasan untuk ke rumah tantenya bernama Yuli pada Jumat 27 November 2020. “Alasannya untuk merundingkan masalah pernikahan antara korban dan pelaku. Lalu korban ikut bersama pelaku dalam mobil dengan posisi korban duduk di depan bersama anak korban," sebutany.
Atas laporan korban, Anggota Resmob Polres Kotawaringin Timur (Kotim) berhasil melakukan penangkapan pelaku Tindak Pidana Penganiayaan dan penyekapan pada Sabtu (28/11/2020) pukul 21.00 WIB.
Korban adalah seorang janda, ibu rumah tangga (IRT) EJ (37) warga Jalan Desa Cempaga Mulia Barat RT/RW 020/007 Desa Lubuk Durian Kecamatan Cempaga, Kotim dan anak laki laki SL (11).
Kasatreskrim Polres Kotim AKP Zaldy Kurniawan menyampaikan, hubungan korban dengan tersangka adalah pacar dan korban adalah janda anak satu. "Motifnya tersangka kesal degan korban karena sehari sebelumnya korban pulang dari rumah tersangka tiba-tiba tanpa pamit dengan tersangka,” jelas Zaldy Senin 30 November 2020.
Dijelaskan, awalnya pelaku SD menjemput korban di rumah korban dengan menggunakan sebuah mobil dengan alasan untuk ke rumah tantenya bernama Yuli pada Jumat 27 November 2020. “Alasannya untuk merundingkan masalah pernikahan antara korban dan pelaku. Lalu korban ikut bersama pelaku dalam mobil dengan posisi korban duduk di depan bersama anak korban," sebutany.