Terdampak Wabah Corona, Pendapatan Pemulung Putri Cempo Anjlok 60%
Jum'at, 08 Mei 2020 - 16:23 WIB
Perwakilan pemulung di TPA Putri Cempo Solo saat menerima bantuan paket sembako Jumat (8/5/2020). Foto: SINDOnews/ Ary Wahyu Wibowo
SOLO - Para pemulung yang keseharian bekerja di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Putri Cempo, Solo sangat terpukul sebagai imbas wabah virus corona (Covid-19). Pendapatan mereka anjlok hingga 60% karena pabrik daur ulang limbah plastik banyak yang tutup.
“Kalau sebelum wabah corona harganya Rp2 ribu/kg, sekarang Cuma Rp800,” kata Hendri Kristianto, salah satu pemulung asal Desa Jatirejo, Mojosongo di sela sela pembagian paket sembako dari Paguyuban Plastik Solo, Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) KPD Yogya-Solo, dan Kantor Bea Cukai Surakarta, Jumat (8/5/2020). Para pemulung sebagian besar tinggal di kampung Jatirejo, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo.
Sekitar 80% warga di kampung itu mengandalkan penghidupan dari memungut sampah di TPA Putri Cempo. Sampah yang dipungut adalah jenis yang dapat didaur ulang seperti plastik. Para pemulung kini rata rata hanya mendapatkan penghasilan Rp20 ribu/hari. Sedangkan sebelum wabah Covid-19, pendapatan berkisar Rp60 ribu/hari.
Sehingga bantuan paket sembako yang diterima sangat membantu pemulung dalam memenuhi kebutuhan hidup. Anjloknya harga sampah yang dapat didaur ulang, tak lepas dari tutupnya sejumlah pabrik yang memanfaatkan sampah daur ulang.
“Kalau sebelum wabah corona harganya Rp2 ribu/kg, sekarang Cuma Rp800,” kata Hendri Kristianto, salah satu pemulung asal Desa Jatirejo, Mojosongo di sela sela pembagian paket sembako dari Paguyuban Plastik Solo, Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) KPD Yogya-Solo, dan Kantor Bea Cukai Surakarta, Jumat (8/5/2020). Para pemulung sebagian besar tinggal di kampung Jatirejo, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo.
Sekitar 80% warga di kampung itu mengandalkan penghidupan dari memungut sampah di TPA Putri Cempo. Sampah yang dipungut adalah jenis yang dapat didaur ulang seperti plastik. Para pemulung kini rata rata hanya mendapatkan penghasilan Rp20 ribu/hari. Sedangkan sebelum wabah Covid-19, pendapatan berkisar Rp60 ribu/hari.
Sehingga bantuan paket sembako yang diterima sangat membantu pemulung dalam memenuhi kebutuhan hidup. Anjloknya harga sampah yang dapat didaur ulang, tak lepas dari tutupnya sejumlah pabrik yang memanfaatkan sampah daur ulang.
Lihat Juga :