Gelar Intercultural Festival 2026, UMB Satukan Mahasiswa 9 Negara lewat Budaya
Kamis, 09 Juli 2026 - 08:11 WIB
Universitas Mercu Buana (UMB) menggelar Intercultural Festival 2026 di Atrium Gedung E Kampus Meruya, Jakarta. Foto/istimewa
JAKARTA - Diplomasi budaya menjadi salah satu pendekatan yang semakin diperhitungkan dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi. Melalui Intercultural Festival 2026 yang digelar Universitas Mercu Buana (UMB) di Atrium Gedung E Kampus Meruya, Jakarta, mahasiswa dari sembilan negara berkumpul untuk memperkenalkan keragaman budaya sekaligus memperluas jejaring kolaborasi global, pada Selasa, 7 Juli 2026.
Festival yang diselenggarakan Biro Kerja Sama Universitas Mercu Buana itu menjadi ruang interaksi lintas budaya yang menampilkan kuliner, busana tradisional, seni pertunjukan, hingga permainan khas dari berbagai negara. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi kampus membangun ekosistem akademik yang inklusif sekaligus memperkuat kompetensi global mahasiswa.
Rektor Universitas Mercu Buana Andi Adriansyah mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu hidup dan bekerja dalam masyarakat global yang semakin terhubung.
Baca juga: Dorong Kemandirian, UMB Asah Kreativitas Siswa Disabilitas lewat Ekonomi Kreatif
"Festival ini bukan sekadar perayaan budaya. Ini adalah pengingat bahwa meskipun kita berasal dari negara, bahasa, tradisi, dan latar belakang yang berbeda, kita dipersatukan oleh kemanusiaan dan semangat untuk saling belajar. Pendidikan tinggi harus membekali mahasiswa dengan perspektif global, kompetensi lintas budaya, dan penghormatan terhadap keberagaman," kata Andi, Kamis (9/7/2026).
Festival yang diselenggarakan Biro Kerja Sama Universitas Mercu Buana itu menjadi ruang interaksi lintas budaya yang menampilkan kuliner, busana tradisional, seni pertunjukan, hingga permainan khas dari berbagai negara. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi kampus membangun ekosistem akademik yang inklusif sekaligus memperkuat kompetensi global mahasiswa.
Rektor Universitas Mercu Buana Andi Adriansyah mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu hidup dan bekerja dalam masyarakat global yang semakin terhubung.
Baca juga: Dorong Kemandirian, UMB Asah Kreativitas Siswa Disabilitas lewat Ekonomi Kreatif
"Festival ini bukan sekadar perayaan budaya. Ini adalah pengingat bahwa meskipun kita berasal dari negara, bahasa, tradisi, dan latar belakang yang berbeda, kita dipersatukan oleh kemanusiaan dan semangat untuk saling belajar. Pendidikan tinggi harus membekali mahasiswa dengan perspektif global, kompetensi lintas budaya, dan penghormatan terhadap keberagaman," kata Andi, Kamis (9/7/2026).
Lihat Juga :