Galungan Jadi Momentum Jaga Budaya Bali, Partai Perindo Ajak Perkuat Persatuan
Rabu, 17 Juni 2026 - 11:09 WIB
Ketua DPW Partai Perindo Bali Ketut Putra Ismaya Jaya mengajak masyarakat menjaga adat, tradisi, dan persatuan sebagai bagian dari identitas Pulau Dewata. Foto/Istimewa
DENPASAR - Hari Raya Galungan tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan bagi umat Hindu , tetapi juga momentum memperkuat kebersamaan dan menjaga warisan budaya Bali di tengah perubahan sosial yang terus berkembang. Berangkat dari semangat tersebut, Ketua DPW Partai Perindo Bali Ketut Putra Ismaya Jaya mengajak masyarakat menjaga adat, tradisi, dan persatuan sebagai bagian dari identitas Pulau Dewata.
Pria yang akrab disapa Jro Bima itu menilai makna kemenangan Dharma atas Adharma dalam Hari Raya Galungan menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk terus menjaga keharmonisan sosial dan kecintaan terhadap Bali.
"Hari Raya Galungan adalah simbol kemenangan Dharma atas Adharma. Saya mengajak seluruh masyarakat Bali untuk terus meningkatkan kebersamaan, menjaga tanah Bali, serta melestarikan adat istiadat yang telah diwariskan oleh leluhur kita," ujar Jro Bima dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/06/2026).
Pria yang akrab disapa Jro Bima itu menilai makna kemenangan Dharma atas Adharma dalam Hari Raya Galungan menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk terus menjaga keharmonisan sosial dan kecintaan terhadap Bali.
"Hari Raya Galungan adalah simbol kemenangan Dharma atas Adharma. Saya mengajak seluruh masyarakat Bali untuk terus meningkatkan kebersamaan, menjaga tanah Bali, serta melestarikan adat istiadat yang telah diwariskan oleh leluhur kita," ujar Jro Bima dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/06/2026).
Perindo Bali Jadi Sarana Pengabdian
Menurut dia, Partai Perindo harus hadir sebagai wadah perjuangan yang mampu membantu masyarakat sekaligus menjaga nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.Lihat Juga :