Timur Tengah Memanas, Imigrasi Jaksel Gencarkan Pengawasan Orang Asing
Selasa, 10 Maret 2026 - 18:11 WIB
Wanita asal Portugal MG (30) ditangkap Ditjen Imigrasi Kementerian Imipas di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan, belum lama ini. MG merupakan buronan Interpol yang telah diterbitkan juga Red Notice-nya. Foto: Ist
JAKARTA - Konflik di Timur Tengah atau perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran memanas. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Selatan bakal memperketat pengawasan orang asing, khususnya yang masuk ke Jakarta Selatan.
"Orang asing yang ingin menghindari darurat militer di negaranya tidak menutup kemungkinan akan pergi mencari negara-negara tujuan yang dirasa aman dari konflik global yang saat ini sedang terjadi," ujar Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Jakarta Selatan Winarko melalui keterangannya, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, konflik Amerika Serikat dan Israel melawan Iran tidak menutup kemungkinan adanya WNA yang berupaya pergi menghindari negara yang tengah berkonflik. Pasalnya, negara tersebut bisa saja melakukan darurat militer pada warganya.
Baca juga: Gara-gara Perang Iran, Lebih dari 36.000 Warga AS Hengkang dari Timur Tengah
Dia menambahkan, WNA yang ingin menghindari darurat militer di negaranya ataupun negara lain yang bersinggungan dengan konflik global itu bisa saja mencari dan atau pergi ke negara lain yang dirasa cukup aman, salah satunya Indonesia. Maka itu, pihaknya bakal memperketat pengawasan guna mengantisipasi hal tak diinginkan.
"Kami Imigrasi Jakarta Selatan bersama Timpora tetap melakukan pengawasan terhadap orang asing, mengantisipasi orang asing yang menghindari darurat militer di negaranya, dan kami melakukan pengawasan ketat terkait dokumen identitas mereka, terkait untuk tujuan apa ke Indonesia dan berapa lamanya," pungkasnya.
"Orang asing yang ingin menghindari darurat militer di negaranya tidak menutup kemungkinan akan pergi mencari negara-negara tujuan yang dirasa aman dari konflik global yang saat ini sedang terjadi," ujar Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Jakarta Selatan Winarko melalui keterangannya, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, konflik Amerika Serikat dan Israel melawan Iran tidak menutup kemungkinan adanya WNA yang berupaya pergi menghindari negara yang tengah berkonflik. Pasalnya, negara tersebut bisa saja melakukan darurat militer pada warganya.
Baca juga: Gara-gara Perang Iran, Lebih dari 36.000 Warga AS Hengkang dari Timur Tengah
Dia menambahkan, WNA yang ingin menghindari darurat militer di negaranya ataupun negara lain yang bersinggungan dengan konflik global itu bisa saja mencari dan atau pergi ke negara lain yang dirasa cukup aman, salah satunya Indonesia. Maka itu, pihaknya bakal memperketat pengawasan guna mengantisipasi hal tak diinginkan.
"Kami Imigrasi Jakarta Selatan bersama Timpora tetap melakukan pengawasan terhadap orang asing, mengantisipasi orang asing yang menghindari darurat militer di negaranya, dan kami melakukan pengawasan ketat terkait dokumen identitas mereka, terkait untuk tujuan apa ke Indonesia dan berapa lamanya," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :