Setelah Dibakar, Nama Halte Transjakarta Senen Sentral Diubah Menjadi Halte Jaga Jakarta
Senin, 08 September 2025 - 10:21 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengubah nama halte Transjakarta Senen Sentral menjadi Halte Jaga Jakarta setelah rampung direvitalisasi pada Senin (8/9/2025) pagi ini. Foto/Refi Sandi
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengubah nama Halte Transjakarta Senen Sentral menjadi Halte Jaga Jakarta setelah rampung direvitalisasi pada Senin (8/9/2025) pagi ini. Diketahui Halte Transjakarta Senen Sentral menjadi salah satu halte yang dibakar dalam aksi demo ricuh pada 28-30 Agustus 2025.
"Hari ini saya meresmikan apa yang disebut dengan halte baru, yaitu yang dulunya dinamakan Senen Sentral, Halte Transjakarta menjadi Jaga Jakarta," kata Pramono di Halte Jaga Jakarta, Senen, Jakarta Pusat, Senin (8/9/2025).
Politikus PDIP itu lalu menyampaikan alasan perubahan nama tersebut. "Pertama, sebagai bagian kita untuk menjaga Jakarta secara bersama-sama. Supaya kejadian ini tidak terulang kembali, maka saya bersama jajaran balik kota memutuskan untuk merubah Halte Senen Sentral ini, menjadi Jaga Jakarta," ujarnya.
Baca Juga: 7 Halte Transjakarta Dibakar Massa: Sentral Senen, Senayan, hingga Pramuka
Menurut Pramono, perubahan ini dengan maksud agar kita semua menjaga Jakarta secara bersama-sama. "Tidak mungkin menjaga Jakarta hanya dilakukan oleh pemerintah tanpa keterlibatan peran serta masyarakat secara sepenuhnya," katanya.
Pramono yang didampingi Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Setda DKI Jakarta Afan Andriansyah, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Syafrin Liputo, Direktur Utama (Dirut) PT Transjakarta Welfizon Yuza, dan Wali Kota Jakarta Pusat Arifin menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kerja gotong royong yang dilakukan seluruh elemen masyarakat Jakarta pascaaksi demonstrasi.
"Secara khusus dalam kesempatan ini saya juga mengucapkan beribu-ribu terima kasih atas peran serta, kebersamaan, kepedulian, gotong royong yang dilakukan oleh seluruh masyarakat Jakarta, ketika Jakarta sedang menghadapi tekanan karena ada unjuk rasa dan sebagainya," ucapnya.
6 Halte Transjakarta yang terbakar:
1. Halte Polda Metro Jaya
2. Halte Senen Toyota Rangga
"Hari ini saya meresmikan apa yang disebut dengan halte baru, yaitu yang dulunya dinamakan Senen Sentral, Halte Transjakarta menjadi Jaga Jakarta," kata Pramono di Halte Jaga Jakarta, Senen, Jakarta Pusat, Senin (8/9/2025).
Politikus PDIP itu lalu menyampaikan alasan perubahan nama tersebut. "Pertama, sebagai bagian kita untuk menjaga Jakarta secara bersama-sama. Supaya kejadian ini tidak terulang kembali, maka saya bersama jajaran balik kota memutuskan untuk merubah Halte Senen Sentral ini, menjadi Jaga Jakarta," ujarnya.
Baca Juga: 7 Halte Transjakarta Dibakar Massa: Sentral Senen, Senayan, hingga Pramuka
Menurut Pramono, perubahan ini dengan maksud agar kita semua menjaga Jakarta secara bersama-sama. "Tidak mungkin menjaga Jakarta hanya dilakukan oleh pemerintah tanpa keterlibatan peran serta masyarakat secara sepenuhnya," katanya.
Pramono yang didampingi Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Setda DKI Jakarta Afan Andriansyah, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Syafrin Liputo, Direktur Utama (Dirut) PT Transjakarta Welfizon Yuza, dan Wali Kota Jakarta Pusat Arifin menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kerja gotong royong yang dilakukan seluruh elemen masyarakat Jakarta pascaaksi demonstrasi.
"Secara khusus dalam kesempatan ini saya juga mengucapkan beribu-ribu terima kasih atas peran serta, kebersamaan, kepedulian, gotong royong yang dilakukan oleh seluruh masyarakat Jakarta, ketika Jakarta sedang menghadapi tekanan karena ada unjuk rasa dan sebagainya," ucapnya.
6 Halte Transjakarta yang terbakar:
1. Halte Polda Metro Jaya
2. Halte Senen Toyota Rangga
Lihat Juga :