Malam Ini Puncak Arus Balik, ASDP Terapkan TBB di 6 Dermaga Bakauheni
Sabtu, 05 April 2025 - 22:53 WIB
PT ASDP Ferry Indonesia akan menerapkan skema Tiba Bongkar Berangkat (TBB) di 6 dermaga Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Sabtu (5/4/2025). FOTO/IST
LAMPUNG - PT ASDP Ferry Indonesia akan menerapkan skema Tiba Bongkar Berangkat (TBB) di 6 dermaga Pelabuhan Bakauheni , Lampung. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mempercepat port time atau proses muat kapal di pelabuhan. Sebab kendaraan tidak harus menunggu proses bongkar kapal sebelum naik ke atas kapal.
Direktur Utama PT ASDP Ferry Indonesia, Heru Widodo mengatakan, hingga hari ini, skema TBB baru diterapkan untuk 3 dari 7 dermaga. Jika kepadatan dan antrean kendaraan terus memanjang, maka 6 dermaga akan diterapkan skema TBB, sehingga Hanya disisakan 1 dermaga yang melayani bongkar di Pelabuhan Bakauheni.
"TBB sampai hari ini sudah ada di 3 dermaga, tapi kalau sudah sangat padat akan kita berlakukan di 6 dermaga, hanya satu nanti yang kemudian kita berlakukan untuk kegiatan tiba bongkar dan muat," kata Heru dalam konferensi pers di Pelabuhan Bakauheni, Sabtu (5/4/2025).
Lewat skema ini, nantinya kapal-kapal yang berangkat dari 6 dermaga di Pelabuhan Bakauheni hanya melayani penumpang dari Pulau Bakauheni-Merak. Setelah proses bongkar di Merak selesai, kapal akan langsung kembali ke Bakauheni untuk mengangkut penumpang.
Heru juga memproyeksikan puncak arus mudik untuk ruas penyeberangan Sumatera-Jawa akan terjadi malam ini, H+5 lebaran atau 5 April 2025. Penyeberangan pada periode 5 April diperkirakan menjadi yang tertinggi jika dibandingkan hari-hari sebelumnya. Diperkirakan, ada sekitar 35.000 kendaraan yang serempak menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni-Merak hingga pukul 23.59 WIB. Data tersebut didapatkan dari jumlah penumpang yang melakukan resevasi tiket penyeberangan pada periode 5 April.
"Kami prediksi malam ini adalah puncaknya arus balik, angkanya kami perkiraan ada 35 ribu kendaraan yang akan menyeberang dari Sumatera ke Jawa," ujarnya.
Direktur Utama PT ASDP Ferry Indonesia, Heru Widodo mengatakan, hingga hari ini, skema TBB baru diterapkan untuk 3 dari 7 dermaga. Jika kepadatan dan antrean kendaraan terus memanjang, maka 6 dermaga akan diterapkan skema TBB, sehingga Hanya disisakan 1 dermaga yang melayani bongkar di Pelabuhan Bakauheni.
"TBB sampai hari ini sudah ada di 3 dermaga, tapi kalau sudah sangat padat akan kita berlakukan di 6 dermaga, hanya satu nanti yang kemudian kita berlakukan untuk kegiatan tiba bongkar dan muat," kata Heru dalam konferensi pers di Pelabuhan Bakauheni, Sabtu (5/4/2025).
Lewat skema ini, nantinya kapal-kapal yang berangkat dari 6 dermaga di Pelabuhan Bakauheni hanya melayani penumpang dari Pulau Bakauheni-Merak. Setelah proses bongkar di Merak selesai, kapal akan langsung kembali ke Bakauheni untuk mengangkut penumpang.
Heru juga memproyeksikan puncak arus mudik untuk ruas penyeberangan Sumatera-Jawa akan terjadi malam ini, H+5 lebaran atau 5 April 2025. Penyeberangan pada periode 5 April diperkirakan menjadi yang tertinggi jika dibandingkan hari-hari sebelumnya. Diperkirakan, ada sekitar 35.000 kendaraan yang serempak menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni-Merak hingga pukul 23.59 WIB. Data tersebut didapatkan dari jumlah penumpang yang melakukan resevasi tiket penyeberangan pada periode 5 April.
"Kami prediksi malam ini adalah puncaknya arus balik, angkanya kami perkiraan ada 35 ribu kendaraan yang akan menyeberang dari Sumatera ke Jawa," ujarnya.
Lihat Juga :