Akademisi Dorong Netralitas di Pilkada Banten, Polri Tegaskan Pelanggar Kena Sanksi

Kamis, 03 Oktober 2024 - 06:28 WIB
Diskusi dan deklarasi pemilu damai mengusung tema Pilkada Serentak 2024 yang Netral dan Berintegritas di Provinsi Banten di FH Untirta, Kabupaten Serang, Rabu (2/10/2024). Foto/Dok. SINDOnews
SERANG - Pilkada 2024 di Banten telah memasuki tahapan masa kampanye. Setiap calon kepala daerah sedang menggaet simpati masyarakat dengan cara menyampaikan visi misi.

Kalangan akademisi pun mendorong netralitas penyelenggara , aparatur sipil negara, dan aparat penegak hukum. Bahkan untuk memastikan tiga unsur tersebut netral di Pilkada, digelar diskusi dan deklarasi pemilu damai di Fakultas Hukum (FH) Untirta , Kabupaten Serang, Rabu (2/10/2024). Baca juga: Kandidat Pilkada 2024 Belum Ditetapkan, Bawaslu Sudah Terima 400 Laporan Pelanggaran Netralitas ASN



Diskusi mengusung tema Pilkada Serentak 2024 yang Netral dan Berintegritas di Provinsi Banten. "Mudah-mudahan dalam dua bulan ke depan ini kita akan menjelang Pilkada serentak 2024 di Banten, acara ini bisa berkontribusi positif bagi penyelenggaraan Pilkada serentak," kata Dekan FH Untirta Ferry Fathurokhman.

Ferry mengatakan, pihaknya mengundang semua stekholder Pilkada untuk mendiskusikan perannya masing-masing. "Termasuk kampus itu juga diminta Bawaslu untuk ikut dalam pengawasan sebagai mata dan telinga masyarakat. Makanya kita akan dorong kalau ada apa-apa atau dugaan pelanggaran bisa lapor ke Bawaslu," ucapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!