Perbedaan Kitab Pararaton dan Nagarakretagama Sumber Sejarah Singasari
Kamis, 08 Agustus 2024 - 07:51 WIB
Kitab Negarakertagama menjadi salah satu referensi sejarah yang menggambarkan Kerajaan Singasari dan Majapahit. Foto/Wikipedia Commons
KITAB Pararaton menjadi salah satu referensi sejarah yang menggambarkan Kerajaan Singasari dan Majapahit. Selain Pararaton, ada kitab kuno Nagarakretagama dan Kakawin Sutasoma, yang juga dikenal menggambarkan referensi sejarah era Singasari dan Majapahit.
Tapi ada perbedaan antara Pararaton dan Nagarakretagama dalam menggambarkan perjalanan sejarahnya. Dari sisi waktu misalnya, ketika berbicara penobatan hingga kematian Raja Singasari Wisnuwardhana ada perbedaan antara di Pararaton dan Nagarakretagama.
Baca juga: Kisah Tragis Ronggolawe, Kesetiaan Bela Raja Majapahit Berujung Kematian dengan Cap Pemberontak
Angka tahun penobatan Rangga Wuni atau Wisnuwardhana, dalam Pararaton tidak tertulis jelas. Namun, karena ApaƱji Tohjaya meninggal pada Saka 1172 atau sekitar 1250 Masehi, dapat diperkirakan bahwa penobatan Rangga Wuni juga terjadi pada tahun tersebut.
"Sumber lainnya, yaitu Nagarakretagama, menyebut Wisnuwardhana naik tahta menggantikan ayahnya yang meninggal pada 1170 Saka (1248 Masehi)," demikian dikutip dari buku "Pararaton : Biografi Para Raja Singhasari - Majapahit".
Itu artinya, ada selisih dua tahun antara pemberitaan Negarakertagama dengan Pararaton.
Tapi ada perbedaan antara Pararaton dan Nagarakretagama dalam menggambarkan perjalanan sejarahnya. Dari sisi waktu misalnya, ketika berbicara penobatan hingga kematian Raja Singasari Wisnuwardhana ada perbedaan antara di Pararaton dan Nagarakretagama.
Baca juga: Kisah Tragis Ronggolawe, Kesetiaan Bela Raja Majapahit Berujung Kematian dengan Cap Pemberontak
Angka tahun penobatan Rangga Wuni atau Wisnuwardhana, dalam Pararaton tidak tertulis jelas. Namun, karena ApaƱji Tohjaya meninggal pada Saka 1172 atau sekitar 1250 Masehi, dapat diperkirakan bahwa penobatan Rangga Wuni juga terjadi pada tahun tersebut.
"Sumber lainnya, yaitu Nagarakretagama, menyebut Wisnuwardhana naik tahta menggantikan ayahnya yang meninggal pada 1170 Saka (1248 Masehi)," demikian dikutip dari buku "Pararaton : Biografi Para Raja Singhasari - Majapahit".
Itu artinya, ada selisih dua tahun antara pemberitaan Negarakertagama dengan Pararaton.
Lihat Juga :