Hasil Autopsi Bocah 7 Tahun di Sukabumi Tewas saat Bermain, Ada Luka Leher dan Lubang Anus
Rabu, 01 Mei 2024 - 21:03 WIB
Dokter forensik RSUD R Syamsudin SH, Kota Sukabumi, dr Nurul Aida Fathia. Foto/Dharmawan Hadi
SUKABUMI - Pascaekshumasi bocah laki-laki berusia 7 tahun yang ditemukan tewas di terasering kebun milik warga setempat, dokter forensik ungkap penyebab kematian korban.
Berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan tim forensik dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH, Kota Sukabumi, menemukan ada tanda kekerasan pada jasad korban. Tepatnya pada bagian leher yang diduga menjadi penyebab kematiannya.
Dokter forensik RSUD R Syamsudin SH, Kota Sukabumi, dr Nurul Aida Fathia mengatakan, luka yang terjadi di leher korban, cukup untuk menimbulkan kematian. Artinya jika ada kekerasan di leher tentunya bisa menghalangi jalan penapasan.
Baca juga; Bocah 7 Tahun di Sukabumi Ditemukan Tewas saat Bermain di Kebun Warga
“Kalau menghalangi jalan napas, ya berarti kematiannya mengarah ke kekurangan oksigen atau mati lemas,” ujar dr Aida saat ditemui di Ruang Inslatasi Jenazah RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, Rabu (1/5/2024).
Berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan tim forensik dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH, Kota Sukabumi, menemukan ada tanda kekerasan pada jasad korban. Tepatnya pada bagian leher yang diduga menjadi penyebab kematiannya.
Dokter forensik RSUD R Syamsudin SH, Kota Sukabumi, dr Nurul Aida Fathia mengatakan, luka yang terjadi di leher korban, cukup untuk menimbulkan kematian. Artinya jika ada kekerasan di leher tentunya bisa menghalangi jalan penapasan.
Baca juga; Bocah 7 Tahun di Sukabumi Ditemukan Tewas saat Bermain di Kebun Warga
“Kalau menghalangi jalan napas, ya berarti kematiannya mengarah ke kekurangan oksigen atau mati lemas,” ujar dr Aida saat ditemui di Ruang Inslatasi Jenazah RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, Rabu (1/5/2024).
Lihat Juga :