Antisipasi Menjamurnya Bibit PSK Baru di Jakbar, Ini Langkah Polisi
Selasa, 16 Mei 2023 - 10:28 WIB
Polsek Tambora bersama Polres Jakarta Barat melakukan antisipasi adanya wanita hingga anak-anak yang kembali dijadikan PSK. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Polsek Tambora bersama Polres Jakarta Barat melakukan antisipasi adanya wanita hingga anak-anak yang kembali dijadikan Pekerja Seks Komersial (PSK) di Jakarta Barat. Salah satunya, dengan melakukan pendataan bagi pendatang.
”Belajar dari pengalaman pengungkapan yang kami lakukan sebelumnya, dimana wanita dan anak-anak dipekerjakan sebagai PSK, maka hal ini tidak boleh terulang lagi,” kata Kapolsek Tambora Kompol Putra Pratama, Selasa (16/5/2023).
Putra menuturkan, modusnya yakni wanita dan anak-anak malang tersebut kerap ditawari merantau ke Jakarta karena dijanjikan bekerja sebagai ART. Mereka, mayoritas berasal dari Jawa Barat, Banten, dan Lampung.
Baca juga: 7 Alasan MiChat Banyak Disalahgunakan Jadi Aplikasi Open BO
“Untuk itu, pascalebaran tahun ini, kami terus mengajak pengurus RW dan RT di Kecamatan Tambora untuk berperan aktif melakukan pendataan langsung ke pendatang yang ada di wilayahnya,” paparnya.
Para pengurus warga itu, diminta aktif mensosialisasikan pada kaum urban itu untuk tidak tergiur janji surga para makelar maksiat yang terus mencari mangsa dengan berbagai iming-iming.
”Belajar dari pengalaman pengungkapan yang kami lakukan sebelumnya, dimana wanita dan anak-anak dipekerjakan sebagai PSK, maka hal ini tidak boleh terulang lagi,” kata Kapolsek Tambora Kompol Putra Pratama, Selasa (16/5/2023).
Putra menuturkan, modusnya yakni wanita dan anak-anak malang tersebut kerap ditawari merantau ke Jakarta karena dijanjikan bekerja sebagai ART. Mereka, mayoritas berasal dari Jawa Barat, Banten, dan Lampung.
Baca juga: 7 Alasan MiChat Banyak Disalahgunakan Jadi Aplikasi Open BO
“Untuk itu, pascalebaran tahun ini, kami terus mengajak pengurus RW dan RT di Kecamatan Tambora untuk berperan aktif melakukan pendataan langsung ke pendatang yang ada di wilayahnya,” paparnya.
Para pengurus warga itu, diminta aktif mensosialisasikan pada kaum urban itu untuk tidak tergiur janji surga para makelar maksiat yang terus mencari mangsa dengan berbagai iming-iming.
Lihat Juga :