Pinjamkan Uang ke Orangtua Siswa, Pemilik Toko Sebut Atas Dasar Kemanusiaan
Rabu, 15 Juli 2020 - 20:22 WIB
Pemilik toko seragam dan peralatan sekolah, Tantri Anriani membantah, bila dirinya disebut rentenir. SINDOnews/Yan Yusuf
JAKARTA - Pemilik toko seragam dan peralatan sekolah, Tantri Anriani membantah, bila dirinya disebut rentenir. Dia mengakui memberikan pinjaman kepada orangtua siswa karena dasar rasa kemanusiaan.
“Saya pernah hidup susah, kakak saya putus sekolah karena kurang biaya. Saya engga mau mereka seperti itu, apa yang saya lakukan murni untuk membantu,” kata Tantri saat ditemui di tokonya, Senin (15/7/2020).
Sebelumnya, efek pandemik COVID-19 yang melanda Indonesia membuat masyarakat mengalami kesulitan ekonomi. Sebanyak 219 orangtua siswa terpaksa menggadaikan Kartu Jakarta Pintar (KJP) milik anaknya.
Tantri mengakui menerima KJP untuk dijadikan jaminan lantaran tak memiliki pilihan. Meskipun banyak orangtua siswa menitipkan STNK motor sebagai jaminan, namun Tantri menolaknya.
“Lah bagaimana kalau mereka ketilang polisi. Bisa ditudih pencuri motor dong,” katanya. Meski memberikan jaminan, namun Tantri menegaskan tak memberikan bunga apa pun. Apa yang dilakukannya murni karena membantu warga sekitar.
Pembayaran jaminan kemudian dilakukan setelah KJP cair. Meski demikian, dia mengaku tak menggunakan uang KJP lantaran pin hanya bisa diketahui orangtua siswa. “Jadi kasar kata KJP hanya jaminan. Kita juga engga bisa menggunakan kok,” lanjutnya.
“Saya pernah hidup susah, kakak saya putus sekolah karena kurang biaya. Saya engga mau mereka seperti itu, apa yang saya lakukan murni untuk membantu,” kata Tantri saat ditemui di tokonya, Senin (15/7/2020).
Sebelumnya, efek pandemik COVID-19 yang melanda Indonesia membuat masyarakat mengalami kesulitan ekonomi. Sebanyak 219 orangtua siswa terpaksa menggadaikan Kartu Jakarta Pintar (KJP) milik anaknya.
Tantri mengakui menerima KJP untuk dijadikan jaminan lantaran tak memiliki pilihan. Meskipun banyak orangtua siswa menitipkan STNK motor sebagai jaminan, namun Tantri menolaknya.
“Lah bagaimana kalau mereka ketilang polisi. Bisa ditudih pencuri motor dong,” katanya. Meski memberikan jaminan, namun Tantri menegaskan tak memberikan bunga apa pun. Apa yang dilakukannya murni karena membantu warga sekitar.
Pembayaran jaminan kemudian dilakukan setelah KJP cair. Meski demikian, dia mengaku tak menggunakan uang KJP lantaran pin hanya bisa diketahui orangtua siswa. “Jadi kasar kata KJP hanya jaminan. Kita juga engga bisa menggunakan kok,” lanjutnya.
Lihat Juga :