SMPN 8 Depok Bantah Paksa Siswa Bayar Rp1,5 Juta

Kamis, 07 Mei 2015 - 20:12 WIB
SMPN 8 Depok Bantah...
SMPN 8 Depok Bantah Paksa Siswa Bayar Rp1,5 Juta
A A A
DEPOK - Pihak SMPN 8 Cimanggis Depok mengakui adanya pungutan siswa sebesar Rp1,5 juta untuk berbagai keperluan siswa kelas IX. Pungutan itu juga dilakukan tanpa paksaaan dan sudah disetujui orangtua siswa.

Kepala Sekolah SMPN 8 Tatag Hadi Sunoto menegaskan bahwa pungutan tersebut bukan bersifat paksaan hanya sukarela melalui tabungan siswa. Namun ia membenarkan saat dirinci jumlahnya Rp1,5 juta sesuai kemampuan siswa.

"Sifatnya bukan pungutan, bukan bayaran. Buku tabungan khusus untuk mengumpulkan tabungan perpisahan, try out, dan pendalaman materi sejumlah R 1,5 juta. Disepakati oleh orangtua kok," dalihnya di hadapan Ombudsman RI, Kamis (7/5/2015).

Tatag berdalih bahwa tabungan tersebut sifatnya antisipatif dan tidak mendesak untuk dilakukan perpisahan. Tatag mengungkapkan justru siswa menginginkan perpisahan digelar di luar kota.

"Sifatnya masih patungan. Antisipasi kalau tak sepakat ya enggak terlalu penting. Orangtua murid dan komite sudah berdialog. Sudah jelas anggarannya. Menyeluruh untuk semua wali murid kelas IX," katanya.

Tatag menjelaskan pihak sekolah juga belum memutuskan tujuan kota untuk digelarnya perpisahan. Hanya saja, kata dia, sejumlah uang tabungan yang disetorkan siswa sudah terpakai untuk biaya Pendalaman Materi dan Try Out jelang UN.

"Tentu jika tidak usah perpisahan, ataupun bikin buku tahunan maka sisa uang akan dikembalikan dan memang masih di buku tabungan siswa. Tapi yang sudah terlanjur terpakai atau biaya yang keluar untuk PM, try out atau zikir dan motivasi UI tentu tak bisa," ungkapnya.

Tatag menjelaskan bahwa sebetulnya rincian pasti uang perpisahan hanya sekira Rp300 ribu, diluar biaya lainnya yang sampai sejumlah Rp1,5 juta. Namun saat dicecar Ombudsman RI terkait tak adanya surat edaran resmi kepala sekolah untuk memberikan transparansi biaya, Tatag menjawab normatif.

"Orangtua yang keberatan dan tak mampu pun tidak kami paksa. Sekolah lain lebih murah mungkin rincian biayanya tak banyak. Uang perpisahan sendiri Rp300 ribu. Sifatnya di buku tabungan. Kami kembalikan sisanya. Utamanya program kegiatan yang belum dilaksanakan. Tabungannya masih ada," tegasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Letusan Kasus Pelecehan...
Letusan Kasus Pelecehan Seksual di Dunia Pendidikan Menggemparkan
Kasus Rudapaksa Dokter...
Kasus Rudapaksa Dokter PPDS, Menkes: Pendidikan Kedokteran Perlu Dibenahi
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
KPK Sebut Pendidikan...
KPK Sebut Pendidikan di Indonesia Masih Berorientasi Uang
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Berita Terkini
Kasus Penipuan Hanania...
Kasus Penipuan Hanania Travel, Polda Metro Periksa 70 Saksi
1 jam yang lalu
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo Beberkan Konstruksi Laporan Terhadap Lechumanan dan Rismon
2 jam yang lalu
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
2 jam yang lalu
PTUN Serang Tutup Gugatan...
PTUN Serang Tutup Gugatan Yayasan Syarif Hidayatullah, Pengacara: Kepemilikan UIN Jakarta Kian Tegas
3 jam yang lalu
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
4 jam yang lalu
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
5 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved