Nenek 70 Tahun di Subang Hidup Sebatang Kara

Rabu, 22 April 2015 - 06:01 WIB
Nenek 70 Tahun di Subang...
Nenek 70 Tahun di Subang Hidup Sebatang Kara
A A A
SUBANG - Seorang nenek berusia 70 tahun di Subang, Jawa Barat, Mak Icih, hidup sebatang kara di rumah sempit berbahan bambu dengan lantai tanah, yang hanya berukuran 2x4 meter.

Sekilas, rumah di Dusun Sarimukti, Desa Gambarsari, Kecamatan Pagaden, Subang, Jawa Barat, tersebut lebih tepat disebut gubuk, bahkan lebih mirip kandang. Sebab, selain ukuran kecil dan sempit, dindingnya pun hanya terbuat dari terpal, kardus bekas, dan bilik bambu. Sebagian bangunannya bahkan sudah reyot, hingga nyaris ambruk.

"Emak hidup sebatang kara, nggak punya anak atau suami. Di sini cuma tinggal sendirian," ujar Mak Icih kepada KORAN SINDO, Selasa (21/4/2015).

Di usianya yang sangat lanjut dan penglihatan kurang normal, dia nyaris tidak bisa bekerja. Untuk menyambung dan mempertahankan hidup sehari-hari, dia hanya mengandalkan belas kasih pemberian dari para tetangga sekitar.

"Emak udah nggak kuat kerja. Apalagi selama ini nggak punya sawah atau ladang. Untuk makan saja dari pemberian tetangga. Bahkan, rumah yang Emak tinggali ini juga dibuatin sama desa dibantu warga sekitar. Emak sih berharap pemerintah bisa bantu. Soalnya Emak udah nggak punya siapa-siapa lagi," tuturnya.

Kepala Desa Gambarsari Aan Suparlan membenarkan Mak Icih bertahun-tahun hidup sebatang kara, karena sebelumnya tidak berkeluarga. Sementara, kerabatnya hidup jauh. Bahkan, rumah yang ditempatinya saat ini berdiri di lahan milik orang lain.

"Sehari-hari, dia hidup dari pemberian tetangga, karena kondisinya udah nggak bisa kerja. Setiap hari, warga terbiasa mengiriminya sepiring nasi berikut lauk pauk ala kadarnya," ujar Aan.

Pihak desa, sambung dia, sudah berkali-kali mengusulkan bantuan rumah tidak layak huni (rutilahu) kepada pemkab. Namun hingga kini, bantuan yang diusulkan tak juga datang.

"Jangankan bantuan rutilahu, bantuan PSKS (program simpanan keluarga sejahtera, red) saja dia nggak dapat. Padahal, kami sudah memasukkan namanya dalam daftar penerima bantuan. Tapi entah kenapa, namanya nggak ada," pungkas Aan.
(zik)
Berita Terkait
Rakor Kemenko PMK Bahas...
Rakor Kemenko PMK Bahas Strategi Terbaru untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024
Menko PMK Beberkan Langkah...
Menko PMK Beberkan Langkah Strategis Penanganan Kemiskinan
DIY Provinsi Termiskin...
DIY Provinsi Termiskin di Jawa
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Angka Kemiskinan Perkotaan...
Angka Kemiskinan Perkotaan Jabar Naik
Mendorong Perempuan...
Mendorong Perempuan Desa Keluar dari Miskin Ekstrem
Berita Terkini
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
1 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
1 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
1 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
2 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
2 jam yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
2 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved