Jambu Merah Dibidik Jadi Produk Ekspor

Selasa, 21 April 2015 - 03:05 WIB
Jambu Merah Dibidik...
Jambu Merah Dibidik Jadi Produk Ekspor
A A A
KARANGANYAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar membidik komoditas jambu merah sebagai produk ekspor.

Alasannya, buah yang dihasilkan petani di Kecamatan Ngargoyoso tersebut telah mendapatkan sertifikasi Prima 3.

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Karanganyar Supramnaryo mengatakan, produk jambu merah merupakan produk unggulan yang dapat diandalkan untuk masuk pasar internasional.

Setelah mendapatkan sertifikasi prima 3 yang menyatakan sebagai produk organik, permintaan dari perusahaan ke petani melonjak tajam. Namun produk yang dihasilkan secara kuantitas masih kurang.

“Permintaan dari perusahaan mencapai enam ton/hari, namun kemampuan petani baru satu ton/hari,” ungkap Supramnaryo, Senin (20/4/2015). Namun demikian, perusahaan tetap bersedia menerima meski jumlah kiriman masih di bawah yang diharapkan.

Selain ekspor dalam bentuk buah segar, nantinya juga akan diupayakan dalam bentuk kemasan, seperti minuman buah.

Langkah kerja sama dengan perusahaan tengah disiapkan agar aspek pemasaran yang sering dikeluhkan petani dapat terurai. Selain jambu merah, produk andalan lainnya yang juga dibidik untuk ekspor adalah buah melon, bahan untuk jamu, dan beras hitam.

Diakuinya, petani organik memang kesulitan untuk mendapatkan sertifikasi prima 3 secara perorangan. Sebab, biaya yang dibutuhkan tidak sedikit. “Kami akan berupaya membantu petani agar mendapatkan sertifikasi prima 3 agar langkah ekspor menjadi lebih mulus,” tandasnya.

Terlebih Pemprov Jateng telah memberikan kepastian mengenai anggaran sertifikasi guna membantu kelompok tani organik yang mendapat rekomendasi.

Dispertanbunhut akan terus menginventarisir berbagai produk yang layak ekspor. Agar kualitas dan kuantitasnya meningkat, sumberdaya petani juga harus ditingkatkan. Di antaranya dengan memberikan pendampingan ke petani melalui petugas penyuluh lapangan (PPL).

Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam setiap kesempatan selalu mendorong masyarakat mengembangkan potensi lokal yang memiliki nilai ekonomis. “Petani harus dapat berkembang agar semuanya kaya. Caranya dengan angkat potensi lokal, pemerintah akan mewadahi dan memfasilitasi agar dapat berkembang,” tegas Juliyatmono.
(lis)
Berita Terkait
Dinas LHK Jaktim Kenalkan...
Dinas LHK Jaktim Kenalkan Anak dengan Urban Farming Sejak Dini
Kreativitas Warga Papanggo,...
Kreativitas Warga Papanggo, Ubah Lahan Terlantar Jadi Pertanian Produktif
Sekolah Pertanian Berbasis...
Sekolah Pertanian Berbasis Digital Dibangun Pemerintah Tahun Depan
Sarasehan Pertanian...
Sarasehan 'Pertanian Berkelanjutan dan Adopsi Teknologi Modern'
Kelurahan Sunter Agung...
Kelurahan Sunter Agung Kembangkan Sistem Pertanian Perkotaan Rumah Kaca
Dinas Pertanian Sleman...
Dinas Pertanian Sleman Diminta Edukasi Petani Milenial untuk Tingkatkan Produksi
Berita Terkini
Pemberdayaan UMKM Sawit,...
Pemberdayaan UMKM Sawit, BPDP Raih Penghargaan Medbun Awards
1 jam yang lalu
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
10 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
12 jam yang lalu
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
13 jam yang lalu
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
13 jam yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
14 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved