Tak Mau Gegabah, Hanura DKI Berhitung Soal HMP
Jum'at, 10 April 2015 - 01:34 WIB
Tak Mau Gegabah, Hanura DKI Berhitung Soal HMP
A
A
A
JAKARTA - Hak angket atau penyelidikan terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merupakan masalah besar yang harus diperhitungkan dengan matang.
Maka itu, Fraksi Partai Hanura di DPRD DKI Jkaarta tidak mau gegabah mengambil keputusan ikut mengajukan Hak Menyatakan Pendapat (HMP).
"Ini kan memutuskan sebuah perkara besar. Saya sebagai ketua angket (dahulu) harus menjelaskan seluasnya perkara besar. Maka harus kami hitung betul," kata Ketua Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) DPRD DKI Jakarta Muhammad 'Ongen' Sangaji di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis 9 April 2015.
Jika tidak ada anggota Dewan yang setuju dengan HMP, kata dia, yang malu bukanlah dirinya. Melainkan, Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PPP Maman Firmansyah.
"Pak Maman sendiri yang malu, saya enggak malu," tukasnya. (Baca juga: PPP Sayangkan Ada Anggota DPRD Tak Lanjut HMP)
Sebelumnya, Maman mengaku kasihan dengan anggota Dewan yang tidak meneruskan hasil hak angket menjadi HMP. Karena, hak penyeliudikan itu adalah hak yang melekat pada anggota Dewan.
"Kasihan dong, sudah rapat, mondar mandir, lalu diparipurnakan. Tapi ujug-ujug menyerah," kata Maman di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu 8 April 2015.
Maka itu, Fraksi Partai Hanura di DPRD DKI Jkaarta tidak mau gegabah mengambil keputusan ikut mengajukan Hak Menyatakan Pendapat (HMP).
"Ini kan memutuskan sebuah perkara besar. Saya sebagai ketua angket (dahulu) harus menjelaskan seluasnya perkara besar. Maka harus kami hitung betul," kata Ketua Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) DPRD DKI Jakarta Muhammad 'Ongen' Sangaji di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis 9 April 2015.
Jika tidak ada anggota Dewan yang setuju dengan HMP, kata dia, yang malu bukanlah dirinya. Melainkan, Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PPP Maman Firmansyah.
"Pak Maman sendiri yang malu, saya enggak malu," tukasnya. (Baca juga: PPP Sayangkan Ada Anggota DPRD Tak Lanjut HMP)
Sebelumnya, Maman mengaku kasihan dengan anggota Dewan yang tidak meneruskan hasil hak angket menjadi HMP. Karena, hak penyeliudikan itu adalah hak yang melekat pada anggota Dewan.
"Kasihan dong, sudah rapat, mondar mandir, lalu diparipurnakan. Tapi ujug-ujug menyerah," kata Maman di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu 8 April 2015.
(mhd)