Dikunjungi Bupati, Ali Bocah Pahlawan Keluarga Minta Sepatu Baru

Selasa, 07 April 2015 - 09:02 WIB
Dikunjungi Bupati, Ali...
Dikunjungi Bupati, Ali Bocah Pahlawan Keluarga Minta Sepatu Baru
A A A
POLEWALI MANDAR - Masih ingat dengan Ali, Bocah yang terpaksa merelakan masa kecilnya direnggut kemiskinan, karena harus mengurus keluarganya.

Bocah pahlawan keluarga tersebut, mendapat kunjungan langsung dari Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Asdar, Senin (6/4/42015).

Orang nomor satu di Polewali Mandar itu menepati janjinya untuk datang langsung ke rumah Ali yang sangat sederhana.

Meski tanpak malu-malu, namun raut wajah gembira tak bisa disembunyikan oleh bocah lugu tersebut. Bahkan sesekali Ali bersama adiknya, meladeni candaan Bupati.

Saat ditanya apa permintaan oleh Bupati, dengan polos Ali menjawab dirinya minta dibelikan sepatu dan baju seragam sekolah.”Sepatu saya sudah robek, ingin beli yang baru tapi belum punya uang,” ujar Ali yang membuat bupati tertegun.

Selain itu, sembari tersenyum malu, Ali menyebutkan minta dibelikan televisi supaya dia tidak meninggalkan ibu dan adiknya jika ingin nonton film kartun kesukaanya.

Menanggapi permintaan Ali, Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Asdar berjanji sesegera mungkin memenuhinya.

”Tidak hanya permintaan Ali, kakak dan ibu Ali juga akan kita rawat supaya mendapat pengobatan medis. Sehingga keduanya bisa sembuh,” janji Andi.

Sebelumnya, nama Ali ramai menjadi sorotan media, karena kegigihanya mengurus keluarga.
Bocah yang baru berusia 6 tahun tersebut, harus merawat ibunya yang mengalami kebutaan serta kakak perempuanya Nurjanah (12), yang mengalami keterbelakangan mental.

Ali juga memiliki seorang adik yang masih berusia tiga tahun. Setiap hari sebelum sekolah, Ali harus membantu ibunya memasak dan memandikan adiknya. Sehingga tak jarang Ali kerap terlambat ke sekolah.

Meski tak memiliki seragam sekolah dan sepatu yang sudah usang, namun Ali tidak menyerah dan malu untuk belajar.

Sepulang sekolah, Ali tak memiliki waktu untuk bermain, karena dirinya harus bekerja membantu memetik buah langsat ditetangganya dengan upah Rp10 Ribu-Rp20 ribu. Uang itulah yang digunakan menutupi kehidupanya.
(nag)
Berita Terkait
Rakor Kemenko PMK Bahas...
Rakor Kemenko PMK Bahas Strategi Terbaru untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024
Menko PMK Beberkan Langkah...
Menko PMK Beberkan Langkah Strategis Penanganan Kemiskinan
DIY Provinsi Termiskin...
DIY Provinsi Termiskin di Jawa
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Angka Kemiskinan Perkotaan...
Angka Kemiskinan Perkotaan Jabar Naik
Mendorong Perempuan...
Mendorong Perempuan Desa Keluar dari Miskin Ekstrem
Berita Terkini
Kasus Penipuan Hanania...
Kasus Penipuan Hanania Travel, Polda Metro Periksa 70 Saksi
16 menit yang lalu
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo Beberkan Konstruksi Laporan Terhadap Lechumanan dan Rismon
56 menit yang lalu
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
beberapa waktu yang lalu
PTUN Serang Tutup Gugatan...
PTUN Serang Tutup Gugatan Yayasan Syarif Hidayatullah, Pengacara: Kepemilikan UIN Jakarta Kian Tegas
2 jam yang lalu
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
3 jam yang lalu
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
4 jam yang lalu
Infografis
Waspadai Pandemi Baru,...
Waspadai Pandemi Baru, WHO Minta China Jelaskan Wabah Pernafasan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved