Pertahankan Uang Rp260 Juta, Pengelola SPBU Ditembak Perampok
Senin, 30 Maret 2015 - 16:17 WIB
Pertahankan Uang Rp260 Juta, Pengelola SPBU Ditembak Perampok
A
A
A
BOGOR - Kawanan perampok berpistol menembak Nasrudin (33) pengelola SPBU yang hendak menyetorkan uang hasil penjualan BBM sebesar Rp260 juta di Jalan Raya Pemda-Karadenan, Kabupaten Bogor, tadi siang.
Demi mempertahankan uang Rp260 juta tersebut, Nasrudin harus menderita luka tembak di leher. Saat ini korban menjalani perawatan intensif di RSUD Cibinong.
Kapolsek Cibinong Kompol Eko Prasetyo menerangkan, saat itu korban mengendarai mobil Innova dengan nopol B 95 YP dengan membawa uang Rp260 juta hasil penjualan BBM. Saat melintas di lokasi kejadian, mobil korban dipepet oleh tiga sepeda motor.
"Ketika mobil korban berhenti, pelaku meminta agar korban keluar dan menyerahkan uang Rp260 juta," terang Eko kepada wartawan, Senin (30/3/2015). Mengetahui enam lelaki yang mengendarai tiga sepeda motor itu merupakan perampok, korban pun melakukan perlawanan.
Perlawanan korban ini harus dibayar mahal, timah panas pun bersarang di leher Nasrudin. Dalam keadaan terluka, korban terus mengendarai mobilnya untuk meminta pertolongan warga.
Karena korban tak mau berhenti, pelaku sempat merusak kaca belakang mobil korban."Uang Rp260 juta yang dibawa korban selamat. Tapi korban harus menjalani perawatan di RS karena luka tembak di leher," ujarnya.
Dari keterangan sejumlah saksi mata, lanjut Eko, para pelaku menggunakan sepeda motor Satria FU, Honda Vario dan Yamaha Mio. "Kita masih memburu para pelaku dan meminta keterangan sejumlah saksi," ucapnya.
Demi mempertahankan uang Rp260 juta tersebut, Nasrudin harus menderita luka tembak di leher. Saat ini korban menjalani perawatan intensif di RSUD Cibinong.
Kapolsek Cibinong Kompol Eko Prasetyo menerangkan, saat itu korban mengendarai mobil Innova dengan nopol B 95 YP dengan membawa uang Rp260 juta hasil penjualan BBM. Saat melintas di lokasi kejadian, mobil korban dipepet oleh tiga sepeda motor.
"Ketika mobil korban berhenti, pelaku meminta agar korban keluar dan menyerahkan uang Rp260 juta," terang Eko kepada wartawan, Senin (30/3/2015). Mengetahui enam lelaki yang mengendarai tiga sepeda motor itu merupakan perampok, korban pun melakukan perlawanan.
Perlawanan korban ini harus dibayar mahal, timah panas pun bersarang di leher Nasrudin. Dalam keadaan terluka, korban terus mengendarai mobilnya untuk meminta pertolongan warga.
Karena korban tak mau berhenti, pelaku sempat merusak kaca belakang mobil korban."Uang Rp260 juta yang dibawa korban selamat. Tapi korban harus menjalani perawatan di RS karena luka tembak di leher," ujarnya.
Dari keterangan sejumlah saksi mata, lanjut Eko, para pelaku menggunakan sepeda motor Satria FU, Honda Vario dan Yamaha Mio. "Kita masih memburu para pelaku dan meminta keterangan sejumlah saksi," ucapnya.
(whb)