Dua Desa Terancam Tenggelam

Selasa, 17 Maret 2015 - 16:21 WIB
Dua Desa Terancam Tenggelam
Dua Desa Terancam Tenggelam
A A A
SEKAYU - Desa Lumpatan II dan Desa Kayuara terancam tenggelam. Karena hasil pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muba, dari 13 titik pantau ketinggian air, dua di antaranya hampir berada pada titik maksimum.

Jika beberapa hari kedepan hujan terus menerus mengguyur dua desa tersebut, bukan tidak mungkin debit air semakin tinggi. “Kenaikan debit air mulai terjadi, dari 13 titik pantau yang ada, dua diantaranya yakni di Desa Lumpatan II dan Desa Kayuara nyaris sampai batas maksimum.

Ketinggian dinding pantau 4 meter dan saat ini air sudah mencapai 3,77 meter. Itu artinya tinggal 23 cm lagi tenggelam,” ujar Kabid Darurat dan Logistik BPBD Muba, Panpane Syafri, kemarin. Debit air ini, jelasnya, diprediksi kembali mengalami peningkatan, sebab saat ini puncak masih berlangsung.

Jadi pihaknya berharap masyarakat yang berada di sepanjang bantaran sungai untuk lebih siaga. “Status siaga telah berlaku hing ga 31 Maret. Kalau beberapa hari kedepan di daerah uluan hujan terus terjadi, maka air sungai dipastikan meng genangi pemukiman warga,” jelasnya dia. Panpane melanjutkan, untuk memastikan kondisi air sungai, pihaknya melakukan pemantauan selama 24 jam di seluruh titik pantau.

Selain itu, BPBD telah mengintruksikan anggota untuk siaga menanggu langi bencana, terutama relawan yang ada di seluruh kecamatan agar dapat menyampaikan informasi dengan cepat jika terjadi bencana. “Seluruh anggota kita sudah siaga dan sudah ada SK petunjuk dari bupati, ter kait Standar Operasional Prosedur (SOP) menang gulangi bencana.

Untuk tahun ini, potensi genangan air tidak terlalu parah, yang dikhawatirkan adalah potensi luapan air sungai,” beber dia. Sementara itu, Wakil Bupati Muba, Beni Hernedi menuturkan, jika dilihat dari peta tofografi, Kabupaten Muba memiliki potensi terjadi bencana alam. Atas dasar itulah, untuk menghindari terjadinya korban, baik jiwa maupun benda, pencegahan sejak dini harus dilakukan.

“Peringatan dini terhadap bencana tidak akan ber jalan dengan baik, jika tidak di topang dengan kesadaran ber bagai pihak untuk menjalankan koordinasi secara bersamada lampenanggulangan bencana. Hingga saat ini, kita terus mela kukan monitoring terutama pada daerah yang rawan ben ca na,” tandas dia.

Amarullah diansyah
(bbg)
Berita Terkini
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
36 menit yang lalu
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
1 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
1 jam yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
2 jam yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
2 jam yang lalu
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
2 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Terancam setelah...
5 Negara Terancam setelah Donald Trump Kembali Jadi Presiden AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved