Polda Dalami Keterangan Saksi Pemberi Uang Rp1,5 Miliar

Kamis, 12 Maret 2015 - 19:25 WIB
Polda Dalami Keterangan...
Polda Dalami Keterangan Saksi Pemberi Uang Rp1,5 Miliar
A A A
JAKARTA - Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Metro Jaya masih mendalami untuk apa uang Rp1,5 miliar yang disita dari salah satu saksi kasus dugaan korupsi pengadaan UPS pada APBD 2014.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Mujiono menegaskan, masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi yang memberikan uang tersebut. "Uangnya sudah kami sita, dan kami juga belum bisa menyebutkan milik siapa karena takut mengganggu proses penyidikan," kata Mujiono di Mapolda Metro Jaya, Kamis (12/3/2015).

Mujiyono juga enggan menjelaskan alasan penyitaan uang karena disinyalir akan digunakan sebagai pelicin proyek kepada eksekutif atau imbal jasa kepada legislatif yang berperan dalam meloloskan mata anggaran APBD perubahan 2014. "Masih kami selidiki untuk apa uang itu, saat ini kami masih dalami saksi yang memegang uang tersebut," tuturnya.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Martinus Sitompul menambahkan, untuk calon tersangka sudah ada namun pihaknya belum bisa menyebutkan siapakah tersangka dalam kasus ini.

Menurutnya, penyidik Subdit Tindak Pidana Korupsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya masih merampungkan keterangan seluruh saksi. Martinus enggan menjelaskan identitas calon tersangka, apakah sebagai pihak yang menyusun draf rancangan proyek pengadaan UPS atau orang yang mengesahkan dan menandatangani kegiatan tersebut.

Dalam kasus UPS, penyidik sudah memeriksa dua pejabat pembuat komitmen (PPK) yang merupakan penentu kebijakan dibawah kuasa pengguna anggaran (KPA). Mereka adalah Alex Usman (PPK Jakarta Barat) dan Zainal Soelaiman (PPK Jakarta Pusat).
Disinggung kemungkinan Alex dan dan Zainal yang bakal menyandang status tersangka, Martinus menjawab diplomatis. "Itu substansi penyidikan. Siapapun dia, calon tersangka masih di dalami," katanya.
(whb)
Berita Terkait
APBD DKI Jakarta 2024...
APBD DKI Jakarta 2024 Diperkirakan Rp81,58 Triliun
Dibahas di Puncak, APBD...
Dibahas di Puncak, APBD Perubahan DKI Akan Disahkan 13 November 2020
Target Pajak 2021 Senilai...
Target Pajak 2021 Senilai Rp41,5 Triliun Dinilai DPRD DKI Membebani Masyarakat
DPRD-Pemprov Bahas APBD...
DPRD-Pemprov Bahas APBD Perubahan 2020 dan RAPBD DKI 2021 secara Pararel di Puncak
DPRD Sepakati APBD DKI...
DPRD Sepakati APBD DKI Jakarta 2022 Sebesar Rp82,47 Triliun
PKB: APBD DKI Diprioritaskan...
PKB: APBD DKI Diprioritaskan untuk Pembangunan Masyarakat
Berita Terkini
Maksimalkan Potensi...
Maksimalkan Potensi Sumber Daya Mineral, Pemerintah Didorong Segera Buka Lelang WIUP Muratara
4 menit yang lalu
DPD KAI Jawa Barat Torehkan...
DPD KAI Jawa Barat Torehkan Prestasi Nasional di Rakernas KAI 2026
24 menit yang lalu
Haji Ghoni Kembali Dipercaya...
Haji Ghoni Kembali Dipercaya Pimpin Forkabi
1 jam yang lalu
Dudung Sidak Pasar Induk...
Dudung Sidak Pasar Induk Kramat Jati, Ini Hasilnya
2 jam yang lalu
Bobby Nasution Dukung...
Bobby Nasution Dukung Kongres HMI ke-33 Digelar di Sumatera Utara
5 jam yang lalu
Aksi Pelemparan ke KRL...
Aksi Pelemparan ke KRL Masih Terjadi, KAI Commuter Ingatkan Pelaku Bisa Dipenjara 15 Tahun
5 jam yang lalu
Infografis
10 Fitur Range Rover...
10 Fitur Range Rover Autobiography LWB, Mobdin Gubernur Kaltim Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved