Jalan Rusak, Terakhir Diperbaiki Enam Tahun Lalu
Senin, 02 Maret 2015 - 11:40 WIB
Jalan Rusak, Terakhir Diperbaiki Enam Tahun Lalu
A
A
A
MUARAENIM - Warga di empat desa, yakni Desa Lesung Batu, Embawang, Tanjung Bulan, dan Pagar Dewa, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim berharap jalan akses ke desa mereka segera diperbaiki.
Karena menurut warga, jalan akses dari desa mereka ke ibu kota kecamatan atau ke Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) sudah sangat banyak kerusakan. Bahkan di salah satu titik, ada gorong-gorong yang jebol dan memutus badan jalan hingga kini belum dilakukan perbaikan dan hanya diperbaiki secara darurat dengan menggunakan batang pohon kelapa.
Seperti diungkapkan Thamrin, 50, warga Desa Embawang, kondisi kerusakan jalan semakin parah sejak setahun belakangan. Apalagi menurutnya, usai musim kemarau panjang tahun lalu dan masuk ke musim hujan kondisi kerusakan semakin parah. “Memang tidak semuanya rusak, tapi sudah cukup parah dan di beberapa titik seperti dari simpang Cempung ke Pagar Dewa beberapa titik sudah seperti kubangan,” ujarnya, kemarin.
Dia menambahkan, jika tidak salah, jalan tersebut terakhir diperbaiki masih pada zaman Bupati Muaraenim Kalamudin Djinab. Jadi secara hitungan, sudah lebih dari 6 tahun jalan tersebut tidak diperbaiki. Selaku mantan kades, dirinya ingat kapan jalan ini dibangun dan kapan jalan tersebut dilakukan perbaikan.
“Seingat saya memang sekali dilakukan perbaikan sejak dibangun zaman Kalamudin dulu, perawatanya juga zaman beliau masih hidup,” ujarnya. Secara terpisah, Wakil Ketua Forum Komunikasi Pekerja Sosial Masyarakat (FK-PSM) Kabupaten Muaraenim Herman Barat, 56, mengatakan, pihaknya sudah meninjau ke lokasi kerusakan jalan beberapa waktu lalu.
Kondisi jalan memang sudah sangat layak diperbaiki karena jalan tersebut menjadi urat nadi masyarakat di empat desa tersebut. “Memang sudah sangat parah, bahkan di titik tertentu ada kubangan yang cukup dalam,” katanya. Apalagi menurutnya, titik ambles tepat di atas gorong-gorong saat ini belum diperbaiki dan hanya diberi beberapa batang pohon kelapa.
Kondisi ini sangat mengkhawatirkan, terutama pengendara yang melintas. “Apalagi di lokasi gorong-gorong ambles, kalau tidak cepat di perbaiki akan semakin parah, karena kondisi badan jalanya sudah putus,” tandasnya.
Irhamudin sp
Karena menurut warga, jalan akses dari desa mereka ke ibu kota kecamatan atau ke Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) sudah sangat banyak kerusakan. Bahkan di salah satu titik, ada gorong-gorong yang jebol dan memutus badan jalan hingga kini belum dilakukan perbaikan dan hanya diperbaiki secara darurat dengan menggunakan batang pohon kelapa.
Seperti diungkapkan Thamrin, 50, warga Desa Embawang, kondisi kerusakan jalan semakin parah sejak setahun belakangan. Apalagi menurutnya, usai musim kemarau panjang tahun lalu dan masuk ke musim hujan kondisi kerusakan semakin parah. “Memang tidak semuanya rusak, tapi sudah cukup parah dan di beberapa titik seperti dari simpang Cempung ke Pagar Dewa beberapa titik sudah seperti kubangan,” ujarnya, kemarin.
Dia menambahkan, jika tidak salah, jalan tersebut terakhir diperbaiki masih pada zaman Bupati Muaraenim Kalamudin Djinab. Jadi secara hitungan, sudah lebih dari 6 tahun jalan tersebut tidak diperbaiki. Selaku mantan kades, dirinya ingat kapan jalan ini dibangun dan kapan jalan tersebut dilakukan perbaikan.
“Seingat saya memang sekali dilakukan perbaikan sejak dibangun zaman Kalamudin dulu, perawatanya juga zaman beliau masih hidup,” ujarnya. Secara terpisah, Wakil Ketua Forum Komunikasi Pekerja Sosial Masyarakat (FK-PSM) Kabupaten Muaraenim Herman Barat, 56, mengatakan, pihaknya sudah meninjau ke lokasi kerusakan jalan beberapa waktu lalu.
Kondisi jalan memang sudah sangat layak diperbaiki karena jalan tersebut menjadi urat nadi masyarakat di empat desa tersebut. “Memang sudah sangat parah, bahkan di titik tertentu ada kubangan yang cukup dalam,” katanya. Apalagi menurutnya, titik ambles tepat di atas gorong-gorong saat ini belum diperbaiki dan hanya diberi beberapa batang pohon kelapa.
Kondisi ini sangat mengkhawatirkan, terutama pengendara yang melintas. “Apalagi di lokasi gorong-gorong ambles, kalau tidak cepat di perbaiki akan semakin parah, karena kondisi badan jalanya sudah putus,” tandasnya.
Irhamudin sp
(bhr)