Banjir, Warga Kampung Pulo Percaya Mitos Ini
Rabu, 11 Februari 2015 - 21:09 WIB
Banjir, Warga Kampung Pulo Percaya Mitos Ini
A
A
A
JAKARTA - Banjir yang terjadi di Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur tidak lepas dari mitos masyarakat sekitar. Ada beberapa hal yang akan dihindari warga agar tidak celaka atau menjadi korban mitos ini.
Dadang (20), warga Kampung Pulo RT04/03 menceritakan, beredar mitos yang menyebutkan sepanjang Sungai Ciliwung kerap meminta korban. Musibah ini terjadi jika ada warga yang berani membuang sampah sembarangan ke sungai, melukai atau menjual binatang hasil tangkapan di sungai itu.
"Macam-macam (musibahnya), ada yang kesedot buaya putih, buaya buntung, lele putih dan macan gaib yang disebut merupakan peliharaan para sesepuh sini," tuturnya saat ditemui Sindonews di kediamannya, Rabu (11/2/2015).
Dadang mengatakan, hal itu pernah terjadi saat banjir tahun lalu, ada tiga remaja yang menemukan binatang dan menjualnya. Selang beberapa jam, remaja tersebut tercebur ke dalam sungai, dan hanyut.
"Baru dua orang yang ketemu. Itu juga nemunya cukup jauh yakni di Manggarai," katanya.
Dia mengatakan, larangan itu datang dari sesepuh maupun tokoh masyarakat sekitar. Jika menemukan hewan yang masuk ke dalam rumah usai banjir harus dikembalikan ke alamnya.
"Pokoknya enggak boleh ada yang menjual, apalagi sampai dimakan. Nanti kena bala (musibah) itu," ujarnya.
Dadang (20), warga Kampung Pulo RT04/03 menceritakan, beredar mitos yang menyebutkan sepanjang Sungai Ciliwung kerap meminta korban. Musibah ini terjadi jika ada warga yang berani membuang sampah sembarangan ke sungai, melukai atau menjual binatang hasil tangkapan di sungai itu.
"Macam-macam (musibahnya), ada yang kesedot buaya putih, buaya buntung, lele putih dan macan gaib yang disebut merupakan peliharaan para sesepuh sini," tuturnya saat ditemui Sindonews di kediamannya, Rabu (11/2/2015).
Dadang mengatakan, hal itu pernah terjadi saat banjir tahun lalu, ada tiga remaja yang menemukan binatang dan menjualnya. Selang beberapa jam, remaja tersebut tercebur ke dalam sungai, dan hanyut.
"Baru dua orang yang ketemu. Itu juga nemunya cukup jauh yakni di Manggarai," katanya.
Dia mengatakan, larangan itu datang dari sesepuh maupun tokoh masyarakat sekitar. Jika menemukan hewan yang masuk ke dalam rumah usai banjir harus dikembalikan ke alamnya.
"Pokoknya enggak boleh ada yang menjual, apalagi sampai dimakan. Nanti kena bala (musibah) itu," ujarnya.
(mhd)