Kemacetan di Jakarta Bisa Selesai 5 Tahun
Jum'at, 06 Februari 2015 - 01:42 WIB
Kemacetan di Jakarta Bisa Selesai 5 Tahun
A
A
A
DEPOK - Kamecetan di Ibu Kota diyakini bisa selesai dalam waktu lima tahun ke depan. Dengan syarat Pemprov DKI bersama Pemda Botabek harus konsisten mengatasi kemacetan di Jakarta.
Pakar manajemen inovasi dari Universitas Indonesia (UI) Mohammed Ali Berawi menegaskan, solusi tercepat mengatasi kemacetan adalah dengan membangun transportasi massal yang terintegrasi. Menurut Ale, pemerintah daerah di Jabodetabek ini harus membangun park and ride di sekitar stasiun.
Sehingga masyarakat bisa meninggalkan kendaraanya dan melanjutkan perjalanan ke daerah tujuan menggunakan kereta api. Bahkan, lanjut Ale, kalau bisa harus tersedia angkot dari tempat tinggal menuju stasiun.
Sehingga masyarakat bisa menggunakan transportasi umum dan meninggalkan kendaraan pribadi. Alternatif efektif yang bisa dilakukan juga adalah dengan membangun light rail transit (LRT) dengan konsep loop zone.
Maksudnya, membangun jalur kereta di tiga zona. Yaitu zona I di pusat kota antara Bogor-Depok hingga Tangerang. Zona II yaitu di dalam kota antara Fatmawati hingga Sudirman dan zona III yaitu antara Cawang-Sudirman.
Ale menuturkan, untuk membangun infrastruktur ini diperlukan konsistensi besar dan kemauan dari pemerintah daerah. Selain itu, perlu juga kerjasama dari daerah penyangga seperti Depok, Bogor, Bekasi, dan Tangerang.
“Di Depok, Bekasi, Bogor dan Tangerang harus disediakan park and ride yang besar sehingga masuk ke Jakarta sudah pakai kereta. Loop zone II juga sama, semua terkoneksi. Jadi memudahkan aksesbiliti penumpang untuk sampai tujuan,” papar Ale di Depok, Kamis 5 Februari kemarin.
Jika pemerintah serius membangun infrastruktur transportasi maka tidak perlu menunggu hingga puluhan tahun mengatasi kemacetan. Tapi, kuncinya adalah konsistensi dari pemerintah baik pusat dan daerah. “Lima tahun bisa terurai (kemacetan) kalau memang konsisten,” tutupnya.
Pakar manajemen inovasi dari Universitas Indonesia (UI) Mohammed Ali Berawi menegaskan, solusi tercepat mengatasi kemacetan adalah dengan membangun transportasi massal yang terintegrasi. Menurut Ale, pemerintah daerah di Jabodetabek ini harus membangun park and ride di sekitar stasiun.
Sehingga masyarakat bisa meninggalkan kendaraanya dan melanjutkan perjalanan ke daerah tujuan menggunakan kereta api. Bahkan, lanjut Ale, kalau bisa harus tersedia angkot dari tempat tinggal menuju stasiun.
Sehingga masyarakat bisa menggunakan transportasi umum dan meninggalkan kendaraan pribadi. Alternatif efektif yang bisa dilakukan juga adalah dengan membangun light rail transit (LRT) dengan konsep loop zone.
Maksudnya, membangun jalur kereta di tiga zona. Yaitu zona I di pusat kota antara Bogor-Depok hingga Tangerang. Zona II yaitu di dalam kota antara Fatmawati hingga Sudirman dan zona III yaitu antara Cawang-Sudirman.
Ale menuturkan, untuk membangun infrastruktur ini diperlukan konsistensi besar dan kemauan dari pemerintah daerah. Selain itu, perlu juga kerjasama dari daerah penyangga seperti Depok, Bogor, Bekasi, dan Tangerang.
“Di Depok, Bekasi, Bogor dan Tangerang harus disediakan park and ride yang besar sehingga masuk ke Jakarta sudah pakai kereta. Loop zone II juga sama, semua terkoneksi. Jadi memudahkan aksesbiliti penumpang untuk sampai tujuan,” papar Ale di Depok, Kamis 5 Februari kemarin.
Jika pemerintah serius membangun infrastruktur transportasi maka tidak perlu menunggu hingga puluhan tahun mengatasi kemacetan. Tapi, kuncinya adalah konsistensi dari pemerintah baik pusat dan daerah. “Lima tahun bisa terurai (kemacetan) kalau memang konsisten,” tutupnya.
(whb)