Polda Akan Latih Satpol PP Atur Lalu Lintas
Rabu, 14 Januari 2015 - 19:10 WIB
Polda Akan Latih Satpol PP Atur Lalu Lintas
A
A
A
JAKARTA - Polda Metro Jaya akan melatih Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk mengatur lalu lintas. Ini dilakukan karena personel yang dimiliki Polda Metro Jaya masih kurang.
Nantinya, mereka yang telah dilatih akan diperbantukan untuk mengatur arus lalu lintas di lokasi-lokasi kemacetan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan, sudah melakukan pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membahas permasalahan kemacetan di Jakarta.
Dalam pertemuan itu, Gubernur menginstruksikan agar personel Satpol PP ikut membantu polisi dan Dishub mengurai kemacetan.
"Keinginan gubernur ini kita sambut dengan cara melatih Satpol PP untuk mengatur lalu lintas. Setelah itu baru diterjunkan ke lapangan," kata Martinus di Mapolda Metro Jaya, Rabu (14/1/2015).
Martinus mengungkapkan, kian bertambahnya simpul kemacetan di Ibu Kota membuat kebutuhan personel di lapangan pun semakin banyak.
"Sekarang saja sudah ada dua shift, dan itu masih kurang. Anggota kami sudah disebar di lapangan namun tetap saja tidak mencukupi," ungkapnya.
Nantinya, mereka yang telah dilatih akan diperbantukan untuk mengatur arus lalu lintas di lokasi-lokasi kemacetan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan, sudah melakukan pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membahas permasalahan kemacetan di Jakarta.
Dalam pertemuan itu, Gubernur menginstruksikan agar personel Satpol PP ikut membantu polisi dan Dishub mengurai kemacetan.
"Keinginan gubernur ini kita sambut dengan cara melatih Satpol PP untuk mengatur lalu lintas. Setelah itu baru diterjunkan ke lapangan," kata Martinus di Mapolda Metro Jaya, Rabu (14/1/2015).
Martinus mengungkapkan, kian bertambahnya simpul kemacetan di Ibu Kota membuat kebutuhan personel di lapangan pun semakin banyak.
"Sekarang saja sudah ada dua shift, dan itu masih kurang. Anggota kami sudah disebar di lapangan namun tetap saja tidak mencukupi," ungkapnya.
(whb)