Cari Korban AirAsia, 11 Kapal Sisir Lima Sektor
Senin, 12 Januari 2015 - 11:51 WIB
Cari Korban AirAsia, 11 Kapal Sisir Lima Sektor
A
A
A
JAKARTA - Setelah dua hari gagal menemukan tambahan jenazah baru di area prioritas II (area merah), pagi ini 11 kapal milik Tim SAR gabungan kembali menyisir lima sektor pencarian (area kuning) di Selat Karimata, Kalimantan Tengah.
Penyisiran di lokasi yang berada di luar zona prioritas II itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya jenazah yang keluar area karena terbawa arus.
Kapal-kapal tersebut juga dilengkapi perlengkapan pencarian objek bawah laut yang diharapkan bisa mendeteksi para korban apabila masih berada di dasar perairan.
"Kita siapkan kekuatan-kekuatan yang ada, untuk mencapai sasaran tugas utama kita," kata Kepala Badan SAR Nasional (Kabasarnas) Marsekal Madya (Marsdya) Frans Henry Bambang Soelistyo di Kantor Basarnas, Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta, Senin (12/1/2015).
Sebelas kapal tersebut adalah KD Perak dan KP Balam (Sektor I), KN Bintang Laut, KN Mitra Utama dan KN Sar Purworejo (Sektor II), KD Lekiu, KN Altair dan KRI Tjiptadi (Sektor III), KP Punay dan KN Arcturus (Sektor IV) dan KN Trisula (Sektor V).
Meski begitu Soelistyo memastikan pencarian jenazah di area prioritas tambahan II tetap dilakukan.
Ada 16 kapal yang ditempatkan di area itu antara lain empat kapal asing, Nan Hai Jiu (China), USS Forth Worth (Amerika), MV Swift, dan RSS Kalang (Singapura) serta 12 kapal milik Indonesia MGS Geo Survey, KR Baruna Jaya I, KRI Banda Aceh, KRI Barakuda, KRI Teluk Sibolga, KN Sar Pacitan, KN Jadayat, KN Sarotama, KN Andromeda, KN Bima Sakti, KN Chundamani, serta KN Java Imperia.
"Untuk itu pencarian akan terus kita lakukan baik di sektor I, II, III, IV, dan di sektor prioritas tambahan II."
Penyisiran di lokasi yang berada di luar zona prioritas II itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya jenazah yang keluar area karena terbawa arus.
Kapal-kapal tersebut juga dilengkapi perlengkapan pencarian objek bawah laut yang diharapkan bisa mendeteksi para korban apabila masih berada di dasar perairan.
"Kita siapkan kekuatan-kekuatan yang ada, untuk mencapai sasaran tugas utama kita," kata Kepala Badan SAR Nasional (Kabasarnas) Marsekal Madya (Marsdya) Frans Henry Bambang Soelistyo di Kantor Basarnas, Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta, Senin (12/1/2015).
Sebelas kapal tersebut adalah KD Perak dan KP Balam (Sektor I), KN Bintang Laut, KN Mitra Utama dan KN Sar Purworejo (Sektor II), KD Lekiu, KN Altair dan KRI Tjiptadi (Sektor III), KP Punay dan KN Arcturus (Sektor IV) dan KN Trisula (Sektor V).
Meski begitu Soelistyo memastikan pencarian jenazah di area prioritas tambahan II tetap dilakukan.
Ada 16 kapal yang ditempatkan di area itu antara lain empat kapal asing, Nan Hai Jiu (China), USS Forth Worth (Amerika), MV Swift, dan RSS Kalang (Singapura) serta 12 kapal milik Indonesia MGS Geo Survey, KR Baruna Jaya I, KRI Banda Aceh, KRI Barakuda, KRI Teluk Sibolga, KN Sar Pacitan, KN Jadayat, KN Sarotama, KN Andromeda, KN Bima Sakti, KN Chundamani, serta KN Java Imperia.
"Untuk itu pencarian akan terus kita lakukan baik di sektor I, II, III, IV, dan di sektor prioritas tambahan II."
(zik)