Ekor AirAsia Paling Cepat Tiba di Pelabuhan Kumai Dalam Tujuh Jam
Sabtu, 10 Januari 2015 - 16:17 WIB
Ekor AirAsia Paling Cepat Tiba di Pelabuhan Kumai Dalam Tujuh Jam
A
A
A
PANGKALAN BUN - Ekor pesawat AirAsia QZ8501 yang berhasil diangkat ke permukaan laut dan diangkat ke Kapal Crest Onyx, ditarik menuju Pelabuhan Kumai, Kalimantan Tengah.
"Paling cepat tujuh jam, paling lama 10 jam. Tapi kalau kecepatan rendah bisa 15 jam dengan kecepatan 5 sampai 6 knot. Rencana akan disandarkan ke Kumai," kata Direktur Operasional Basarnas SB Supriyadi di Pangkalan Udara Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Sabtu (10/1/2015).
Pada pukul 14.30 tadi, ekor pesawat telah berhasil diangkat menuju Kapal Crest Onyx. Panglima TNI Jenderal Moeldoko pun langsung meninjau ekor pesawat itu dengan menggunakan perahu karet dari KRI Banda Aceh.
Supriyadi menambahkan, fokus tim SAR gabungan saat ini masih mencari keberadaan badan pesawat AirAsia QZ8501. Karena, kemungkinan jenazah penumpang terperangkap di dalam badan pesawat.
"Yang penting itu adalah di mana letak main bodynya, di mana para korban terperangkap. Itulah yang ditunggu keluarga. Mereka sudah 14 hari menunggu kapan jenazah tiba. Kami dorong supaya bisa ditemukan kerangka body pesawat itu. Sehingga korban bisa diangkut untuk dievakuasi," jelasnya.
Saat ini proses evakuasi dan penyelaman bawah laut untuk sementara dihentikan. Hal itu dikarenakan tinggi gelombang yang mencapai 3 meter dan arus bawah laut yang menyentuh angka 5 sampai 8 knot.
"Paling cepat tujuh jam, paling lama 10 jam. Tapi kalau kecepatan rendah bisa 15 jam dengan kecepatan 5 sampai 6 knot. Rencana akan disandarkan ke Kumai," kata Direktur Operasional Basarnas SB Supriyadi di Pangkalan Udara Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Sabtu (10/1/2015).
Pada pukul 14.30 tadi, ekor pesawat telah berhasil diangkat menuju Kapal Crest Onyx. Panglima TNI Jenderal Moeldoko pun langsung meninjau ekor pesawat itu dengan menggunakan perahu karet dari KRI Banda Aceh.
Supriyadi menambahkan, fokus tim SAR gabungan saat ini masih mencari keberadaan badan pesawat AirAsia QZ8501. Karena, kemungkinan jenazah penumpang terperangkap di dalam badan pesawat.
"Yang penting itu adalah di mana letak main bodynya, di mana para korban terperangkap. Itulah yang ditunggu keluarga. Mereka sudah 14 hari menunggu kapan jenazah tiba. Kami dorong supaya bisa ditemukan kerangka body pesawat itu. Sehingga korban bisa diangkut untuk dievakuasi," jelasnya.
Saat ini proses evakuasi dan penyelaman bawah laut untuk sementara dihentikan. Hal itu dikarenakan tinggi gelombang yang mencapai 3 meter dan arus bawah laut yang menyentuh angka 5 sampai 8 knot.
(zik)