Polda Minta DKI Sediakan Angkutan Umum yang Layak
Kamis, 08 Januari 2015 - 17:52 WIB
Polda Minta DKI Sediakan Angkutan Umum yang Layak
A
A
A
JAKARTA - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyatakan Pemprov DKI harus segera menyediakan angkutan massal yang layak dan aman. Pasalnya dengan kondisi angkutan massa sekarang ini maka kebijakan pembatasan kendaraan bermotor akan sia-sia.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Risyapudin menerangkan, pelarangan motor di ruas Jalan Thamrin-Medan Merdeka Barat sejauh ini efektif mengurangi kemacetan hingga 30%.
Karena tidak ada lagi kesemrawutan sehingga simpul-simpul kemacetan bisa dibersihkan dengan cepat.
Namun, kata Risyapudin, pembatasan kendaraan bermotor akan benar-benar efektif bila ada perbaikan pelayanan angkutan umum.
"Kebijakan pembatasan kendaraan bermotor, tanpa disertakan perbaikan angkutan umum maka hasilnya akan sia-sia kebijakannya. Mereka pasti akan mencari jalan tikus untuk menghindari petugas, jadi harus dibangun dulu infrastrukturnya," terang Risyapudin di kantornya, Kamis (8/1/2015).
Risyapudin meyakini bila semuanya sudah nyaman, kebijakan pembatasan kendaraan bermotor tidak akan merugikan masyarakat.
Bahkan tidak menutup kemungkinan masyarakat memilih untuk pindah ke angkutan umum. "Saat ini sedang dibangun infrastrukturnya. Kalau sudah jadi bisa mengurangi kemacetan Jakarta," ucapnya.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Risyapudin menerangkan, pelarangan motor di ruas Jalan Thamrin-Medan Merdeka Barat sejauh ini efektif mengurangi kemacetan hingga 30%.
Karena tidak ada lagi kesemrawutan sehingga simpul-simpul kemacetan bisa dibersihkan dengan cepat.
Namun, kata Risyapudin, pembatasan kendaraan bermotor akan benar-benar efektif bila ada perbaikan pelayanan angkutan umum.
"Kebijakan pembatasan kendaraan bermotor, tanpa disertakan perbaikan angkutan umum maka hasilnya akan sia-sia kebijakannya. Mereka pasti akan mencari jalan tikus untuk menghindari petugas, jadi harus dibangun dulu infrastrukturnya," terang Risyapudin di kantornya, Kamis (8/1/2015).
Risyapudin meyakini bila semuanya sudah nyaman, kebijakan pembatasan kendaraan bermotor tidak akan merugikan masyarakat.
Bahkan tidak menutup kemungkinan masyarakat memilih untuk pindah ke angkutan umum. "Saat ini sedang dibangun infrastrukturnya. Kalau sudah jadi bisa mengurangi kemacetan Jakarta," ucapnya.
(whb)