Keraton Lakukan Jamasan Pusaka Nyai Setomi

Sabtu, 03 Januari 2015 - 07:20 WIB
Keraton Lakukan Jamasan...
Keraton Lakukan Jamasan Pusaka Nyai Setomi
A A A
SOLO - Keraton Kasunanan Surakarta hadiningrat (keraton Solo) menggelar jamasan pusaka Nyai Setomi pada Jumat (2/1/2014) siang.

Jamasan pusaka itu diakukan sebagai rangkaian Grebeg Maulid Nabi Muhammad SAW yang akan dilakukan pada Sabtu (3/1) siang.

Pengageng Sasana Wandawa Keraton Kasunanan Surakarta, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Puger, menyebutkan jamasan tersebut berarti pembersihan.

Dalam hal ini, menurutnya, yang dibersihkan adalah sebuah meriam pusaka milik keraton yang diberi nama Nyai Setomi. Menurutnya pembersihan dilakukan agar pusaka itu tetap terjaga keawetannya meskipun terus digerus oleh zaman.

Puger menyebutkan, meriam pusaka itu merupakan peninggalan dari masa Pemerintahan Sultan Agung dan dipakai untuk melawan penjajah ketika masih berda di Yogyakarta.

Kemudian meriam itu dibawa ke Keraton Kasunanan Surakarta seiring dengan pecahnya Kerajaan Mataram menjadi dua, yakni di Yogyakarta dan di Solo.

Setelah itu, untuk menjaga kebersihannya dan fungsinya, meriam tersebut selalu dijamasi atau dibersihkan saat menjelang grebeg keraton berlangsung.

Hal itu juga berlaku saat Grebeg Maulid Nabi Muhammad SAW yang akan berlangsung pada Sabtu siang. “Setiap Grebeg berlangsung, pasti selalu didahului dengan pembersihan pusaka yang disimpan di Sitinggil ini,” ucapnya.

Sedangkan untuk prosesi jamasan tersebut, menurutnya, dilakukan dengan adat jawa yang ditinggalkan oleh leluhur sejak berpuluh-puluh tahun lalu. Yakni dengan cara didoakan menggunakan adat jawa dengan disertai beberapa tumpeng yang merupakan hasil bumi.

Setelah itu pembersihan dilakukan secara hati-hati tanpa diketahui oleh orang lain. Hal itu dilakukan karena senjata itu merupakan senjata rahasia dan tidak boleh diketahui siapapun karena akan membahayakan keselamatan negara dalam hal ini keraton kasunanan surakarta.

“Ini salah satu senjata rahasia yang dimiliki oleh keraton,” tegasnya. Setelah jamasan selesai dilakukan nantinya kirab akan dilakukan pada Sabtu siang dengan rute keraton hingga Masjid Agung Solo.

Dalam kirab tersebut akan diiringi dua gunungan dengan jenis kelamin Laki-laki dan peremupuan serta diikuti oleh gunungan anakan yang ada dibelakangnya. Ini sebagai simbol lahirnya Muhammad SAW yang kemudian diangkat menjadi Nabi oleh Allah SWT.

“Grebeg Maulid kan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, sehingga gunungan yang dikirab akan seperti itu,” ucapnya.

Salah seorang pengunjung, Suharno, menyebutkan, rangkaian jamasan hingga kini menarik untuk dilihat. Sehingga, tidak heran banyak wisatawan dari luar daerah yang datang ke kompleks Keraton untuk mengikuti prosesi seperti ini.
(lis)
Berita Terkait
Bangun dan Revitalisasi...
Bangun dan Revitalisasi Sistem Pendidikan Seni dan Budaya lewat ODA
Menghidupkan Budaya...
Menghidupkan Budaya dan Kebersamaan dalam Bedhayan Topeng Abdi Sekartaji
Art Love U Fest 2024:...
Art Love U Fest 2024: Bertemunya Seni dan Cinta di JDC
Indonesia Bertutur 2024,...
Indonesia Bertutur 2024, Upaya Perkuat Ekosistem Budaya
Napak Jagat Nusantara...
Napak Jagat Nusantara Penampil Utama dalam Gelaran Seni Budaya untuk Meriahkan Rangkaian HUT ke-79 TNI
Pecah, Puluhan Ribu...
Pecah, Puluhan Ribu Orang Padati Sakura Matsuri 2025 di Jababeka
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
49 menit yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
1 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
1 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
1 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
2 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
2 jam yang lalu
Infografis
Cara Houthi Lakukan...
Cara Houthi Lakukan Penyerangan Terhadap Kapal Induk AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved