Tiga Hari, Cuaca Buruk di Lokasi Jatuh AirAsia
Kamis, 01 Januari 2015 - 21:59 WIB
Tiga Hari, Cuaca Buruk di Lokasi Jatuh AirAsia
A
A
A
JAKARTA - Kondisi cuaca buruk di lokasi pencarian pesawat AirAsia QZ8501 diperkirakan berlangsung hingga tiga hari ke depan.
Badan SAR Nasional (Basarnas) yang telah mendapat informasi langsung dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengaku tetap berupaya untuk melakukan evakuasi, meskipun hasilnya diprediksi tidak akan maksimal.
"Kesulitannya adalah kondisi cuaca yang kurang bersahabat, gelombang di lokasi tinggi antara 3-4 meter. Kondisi seperti itu yang masih akan kita hadapi setidaknya hingga 4 Januari ke depan," tutur Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI F Henry Bambang Soelistyo saat menggelar konferensi pers di kantornya, Jalan Angkasa, Jakarta, Kamis (1/1/2014).
Berdasarkan informasi dari BMKG, ada zona merah di sekitar Selat Karimata tempat dimana proses evakuasi berlangsung. Basarnas pun telah diingatkan untuk berhati-hati dengan kondisi tersebut.
"Kalau zona merah itu berarti tinggi gelombang 3 sampai 4 meter," lanjutnya.
Antisipasi yang bisa dilakukan, menurut Soelistyo, melaksanakan evakuasi secara taktis dan pertolongan secepatnya.
"Seperti mengambil jenazah dari KRI Yos Sudarso, mengapa tidak kami ambil sekaligus dua, (hanya satu yang dibawa), karena sewaktu mengambil jenazah, heli kita tidak bisa mendarat akhirnya jenazah dibawa dengan tali dan dengan rescue yang harus turun," paparnya.
Badan SAR Nasional (Basarnas) yang telah mendapat informasi langsung dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengaku tetap berupaya untuk melakukan evakuasi, meskipun hasilnya diprediksi tidak akan maksimal.
"Kesulitannya adalah kondisi cuaca yang kurang bersahabat, gelombang di lokasi tinggi antara 3-4 meter. Kondisi seperti itu yang masih akan kita hadapi setidaknya hingga 4 Januari ke depan," tutur Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI F Henry Bambang Soelistyo saat menggelar konferensi pers di kantornya, Jalan Angkasa, Jakarta, Kamis (1/1/2014).
Berdasarkan informasi dari BMKG, ada zona merah di sekitar Selat Karimata tempat dimana proses evakuasi berlangsung. Basarnas pun telah diingatkan untuk berhati-hati dengan kondisi tersebut.
"Kalau zona merah itu berarti tinggi gelombang 3 sampai 4 meter," lanjutnya.
Antisipasi yang bisa dilakukan, menurut Soelistyo, melaksanakan evakuasi secara taktis dan pertolongan secepatnya.
"Seperti mengambil jenazah dari KRI Yos Sudarso, mengapa tidak kami ambil sekaligus dua, (hanya satu yang dibawa), karena sewaktu mengambil jenazah, heli kita tidak bisa mendarat akhirnya jenazah dibawa dengan tali dan dengan rescue yang harus turun," paparnya.
(dam)