Ungkap Pembunuhan Sri Wahyuni, 23 Orang Ini Raih Penghargaan
Selasa, 30 Desember 2014 - 10:59 WIB
Ungkap Pembunuhan Sri Wahyuni, 23 Orang Ini Raih Penghargaan
A
A
A
Polres Bandara Soekarno-Hatta memberikan penghargaan kepada 23 orang yang dianggap membantu pengungkapan kasus pembunuhan terhadap Sri Wahyuni beberapa waktu lalu.
Ke-23 orang yang dinilai membantu terkuaknya pembunuhan yang menghebokan itu di antaranya, 15 anggota Satuan Reskrim Polres Bandara Soetta, enam petugas Aviation Security (Avsec), satu satpam dan seorang warga.
Kapolres Bandara Soetta Kombes Pol CH Patoppoi memberikan penghargaan kepada 23 orang tersebut dalam bentuk piagam.
“Penghargaan ini merupakan rasa simpatik kita pada rekan-rekan baik anggota Polres maupun Avsec untuk mengungkap kasus pembunuhan yang menonjol pada tahun ini. Kalau tidak ada bantuan, terutama hasil analisa CCTV, kasus ini akan sulit terungkap,” jelas CH Patoppoi di Mapolres Bandara Soetta, Selasa (30/12/2014).
Patoppoi meminta kepada petugas Avsec dan anggota Polres Bandara agar mempertahankan prestasi tersebut.
“Potensi gangguan di bandara ini dapat memicu keinginan anggota keamanan melakukan pelanggaran. Gangguan seperti calo tiket, taksi gelap, porter liar dan lain-lain. Itu yang menurut kita dapat dimanfaatkan oknum dan menimbulkan masalah baru,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Sri Wahyuni ditemukan tewas di dalam mobilnya dengan kondisi sudah membusuk, Rabu 19 November lalu. Mobil Honda Freed dengan nopol B 136 SRI diketahui masuk ke dalam area parkir Terminal 2D Bandara Soetta pada Sabtu 15 November lalu.
Setelah diselidiki, pembunuh Sri ternyata seorang pria berinisial JAH yang ternyata adalah kekasihnya. Motif pembunuhan Sri karena pertengkaran setelah JAH dituduh berselingkuh.
Sri dicekik di dalam mobil hingga muntah darah dan tewas. JAH ditangkap polisi di rumahnya di Nabire, Papua pada Jumat 21 November.
Ke-23 orang yang dinilai membantu terkuaknya pembunuhan yang menghebokan itu di antaranya, 15 anggota Satuan Reskrim Polres Bandara Soetta, enam petugas Aviation Security (Avsec), satu satpam dan seorang warga.
Kapolres Bandara Soetta Kombes Pol CH Patoppoi memberikan penghargaan kepada 23 orang tersebut dalam bentuk piagam.
“Penghargaan ini merupakan rasa simpatik kita pada rekan-rekan baik anggota Polres maupun Avsec untuk mengungkap kasus pembunuhan yang menonjol pada tahun ini. Kalau tidak ada bantuan, terutama hasil analisa CCTV, kasus ini akan sulit terungkap,” jelas CH Patoppoi di Mapolres Bandara Soetta, Selasa (30/12/2014).
Patoppoi meminta kepada petugas Avsec dan anggota Polres Bandara agar mempertahankan prestasi tersebut.
“Potensi gangguan di bandara ini dapat memicu keinginan anggota keamanan melakukan pelanggaran. Gangguan seperti calo tiket, taksi gelap, porter liar dan lain-lain. Itu yang menurut kita dapat dimanfaatkan oknum dan menimbulkan masalah baru,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Sri Wahyuni ditemukan tewas di dalam mobilnya dengan kondisi sudah membusuk, Rabu 19 November lalu. Mobil Honda Freed dengan nopol B 136 SRI diketahui masuk ke dalam area parkir Terminal 2D Bandara Soetta pada Sabtu 15 November lalu.
Setelah diselidiki, pembunuh Sri ternyata seorang pria berinisial JAH yang ternyata adalah kekasihnya. Motif pembunuhan Sri karena pertengkaran setelah JAH dituduh berselingkuh.
Sri dicekik di dalam mobil hingga muntah darah dan tewas. JAH ditangkap polisi di rumahnya di Nabire, Papua pada Jumat 21 November.
(whb)