Sepanjang Sejarah AirAsia Dua Kali Alami Insiden
Minggu, 28 Desember 2014 - 17:32 WIB
Sepanjang Sejarah AirAsia Dua Kali Alami Insiden
A
A
A
JAKARTA - AirAsia adalah maskapai penerbangan milik Tony Fernandes yang dibeli dari DRB-HICOM, yang merupakan kepunyaan Pemerintah Malaysia.
Seperti dikutip dari Wikipedia, sepanjang sejarah maskapai ini dituliskan mengalami dua kali insiden, pertama pada 10 Januari 2011.
Di mana penerbangan AirAsia AK5218 tergelincir dari landasan pacu Bandar Udara Internasional Kuching, Sarawak, Malaysia.
Akibat kejadian ini empat orang mengalami cedera ringan dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Sarawak untuk mendapat perawatan.
Kejadian terbaru ialah terjadi pada Minggu (28/12/2014) pagi, di mana pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan QZ8501 hilang kontak dengan kontrol lalu lintas udara setelah berangkat dari Surabaya menuju Singapura.
Hingga saat ini upaya pencarian terus dilakukan semua pihak terkait guna menemukan pesawat dengan nomor registrasi PK-AXC tersebut.
Ada pun pesawat tersebut membawa 162 orang yang di antaranya tujuh kru pesawat dengan 155 penumpang. Mereka yang ada di dalam pesawat itu didominasi warga negara Indonesia, sementara ada tujuh warga negara asing yang ada dalam penerbangan tersebut.
Seperti dikutip dari Wikipedia, sepanjang sejarah maskapai ini dituliskan mengalami dua kali insiden, pertama pada 10 Januari 2011.
Di mana penerbangan AirAsia AK5218 tergelincir dari landasan pacu Bandar Udara Internasional Kuching, Sarawak, Malaysia.
Akibat kejadian ini empat orang mengalami cedera ringan dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Sarawak untuk mendapat perawatan.
Kejadian terbaru ialah terjadi pada Minggu (28/12/2014) pagi, di mana pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan QZ8501 hilang kontak dengan kontrol lalu lintas udara setelah berangkat dari Surabaya menuju Singapura.
Hingga saat ini upaya pencarian terus dilakukan semua pihak terkait guna menemukan pesawat dengan nomor registrasi PK-AXC tersebut.
Ada pun pesawat tersebut membawa 162 orang yang di antaranya tujuh kru pesawat dengan 155 penumpang. Mereka yang ada di dalam pesawat itu didominasi warga negara Indonesia, sementara ada tujuh warga negara asing yang ada dalam penerbangan tersebut.
(maf)