Investasi Sapi di NTT, DKI Siapkan Rp20 M
Selasa, 23 Desember 2014 - 16:34 WIB
Investasi Sapi di NTT, DKI Siapkan Rp20 M
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menganggarkan hingga Rp20 miliar untuk investasi sapi di NTT.
Investasi itu berbentuk pembelian bibit sapi yang nantinya untuk diternak dan memenuhi konsumsi daging bagi warga Jakarta. (Baca juga: 2015, Sapi NTT Akan Masuk Ibu Kota)
Kepala Dinas Kelautan dan Perternakan Darjamuni mengatakan, pengadaan bibit sapi akan melalui proses lelang di Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (ULP). Sehingga bibit yang dibeli oleh Pemprov DKI Jakarta merupakan bibit unggul.
"Ini masih dikaji. Masih sedang kami pelajari bareng BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dan BPKD (Badan Penjaminan Kredit Daerah)," kata Djarmuni saat dihubungi wartawan, Selasa (23/12/2014).
Dia menjelaskan, skema investasi nantinya bibit-bibit sapi akan diserahkan kepada Pemprov NTT. Kemudian disalurkan kepada peternak.
Peternak ditugaskan untuk merawat sapi hingga akhirnya siap untuk dipotong dan diolah. Mereka mendapatkan keuntungan dengan sistem bagi hasil.
"Misalnya dari 10 sapi yang kami beri, dua jantan dan delapan betina. Kalau beranak delapan, nanti empat untuk kami dan empat untuk mereka," jelasnya.
Rencananya, tahun 2015 kerja sama itu akan segera dimulai. Pemprov DKI juga akan menggandeng Kementerian Perhubungan terkait distribusi daging sapi yang akan dikirm ke Jakarta.
Investasi itu berbentuk pembelian bibit sapi yang nantinya untuk diternak dan memenuhi konsumsi daging bagi warga Jakarta. (Baca juga: 2015, Sapi NTT Akan Masuk Ibu Kota)
Kepala Dinas Kelautan dan Perternakan Darjamuni mengatakan, pengadaan bibit sapi akan melalui proses lelang di Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (ULP). Sehingga bibit yang dibeli oleh Pemprov DKI Jakarta merupakan bibit unggul.
"Ini masih dikaji. Masih sedang kami pelajari bareng BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dan BPKD (Badan Penjaminan Kredit Daerah)," kata Djarmuni saat dihubungi wartawan, Selasa (23/12/2014).
Dia menjelaskan, skema investasi nantinya bibit-bibit sapi akan diserahkan kepada Pemprov NTT. Kemudian disalurkan kepada peternak.
Peternak ditugaskan untuk merawat sapi hingga akhirnya siap untuk dipotong dan diolah. Mereka mendapatkan keuntungan dengan sistem bagi hasil.
"Misalnya dari 10 sapi yang kami beri, dua jantan dan delapan betina. Kalau beranak delapan, nanti empat untuk kami dan empat untuk mereka," jelasnya.
Rencananya, tahun 2015 kerja sama itu akan segera dimulai. Pemprov DKI juga akan menggandeng Kementerian Perhubungan terkait distribusi daging sapi yang akan dikirm ke Jakarta.
(mhd)