Kepung Balai Kota, Tukang Ojek Minta Ahok Segera Cabut Pelarangan Motor

Senin, 22 Desember 2014 - 16:39 WIB
Kepung Balai Kota, Tukang...
Kepung Balai Kota, Tukang Ojek Minta Ahok Segera Cabut Pelarangan Motor
A A A
JAKARTA - Puluhan tukang ojek yang tergabung dalam Front Transportasi Jakarta (FrontJak) menggelar unjuk rasa di depan Gedung Balai Kota DKI Jakarta. Mereka mendesak Pemprov DKI segera mencabut kebijakan pelarangan motor melintas MH Thamrin-Medan Merdeka Barat.

Puluhan tukang ojek yang menuntut pencabutan pelarangan motor ini berasal dari tukang ojek yang mangkal di sekitar Stasiun Gambir dan Jalan Djuanda.

Koordinator aksi dari FrontJak Babak mengatakan, alasan Pemprov menerapkan aturan tersebut untuk menekan angka kecelakaan merupakan suatu bentuk kebohongan belaka.

Menurut Babak, selama ini wilayah Jakarta Pusat merupakan wilayah dengan tingkat kecelakaan terendah dibanding kawasan lainnya di Ibu Kota.

"Ini sebenarnya bukan solusi mengatasi kemacetan. Semua yang diucapkan Ahok bohong semua. Jakarta Pusat justru kecelakaannya paling rendah. Kebijakan Pemprov DKI itu hanya memindahkan kemacetan dari jalan protokol ke jalan-jalan alternatif, jalan tikus justru makin macet," ujar Babak dalam orasinya, Senin (22/12/2014).

Babak dan sesama rekan-rekannya sesama tukang ojek itu pun menduga ada motif bisnis dibalik penerapan aturan jalur 'haram' motor itu.

Motif bisnis yang dia maksud yaitu adanya kesepakatan bisnis yang dilakukan antara Pemprov DKI dengan para pengelola parkir di 12 titik yang dikelola swasta.

"Kerjasama ini terjadi dibawah tangan, omzetnya itu miliaran per hari dengan pihak swasta dan akan dilakukan dengan sistem revenue sharing," tudingnya.

Selain itu, Babak mengatakan, kebijakan pelarangan motor itu juga merugikan bagi masyarakat yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek karena pendapatan menurun drastis.

FrontJak mendesak DKI segera mencabut kebijakan tersebut.

"Semestinya bukan sepeda motor yang dilarang, tapi mobil pribadi pribadi yang jumlahnya terus bertambah setiap tahun. Yang beli mobil makin banyak, berani enggak Ahok larang mobil melintas," tegasnya.

Selain menyampaikan berbagai orasi penolakan aturan pelarangan sepeda motor melintas di Bundaran HI hingga Jalan Medan Merdeka Barat, para tukang ojek itu juga membentangkan berbagai macam spanduk penolakan yang berisi tuntutan mereka.

Setelah satu jam berunjukrasa, lima orang perwakilan tukang ojek melakukan dialog dengan pejabat Pemprov DKI yang terkait dengan kebijakan tersebut.
(whb)
Berita Terkait
Ini Deretan Jenis Sepeda...
Ini Deretan Jenis Sepeda Motor yang Dilarang Beli Pertalite
Tips Memilih dan Merawat...
Tips Memilih dan Merawat Ban Sepeda Motor
Pasar Motor Lesu, Suzuki...
Pasar Motor Lesu, Suzuki Beri Kode ke Pemerintah: Turunkan Bunga, Penjualan Bisa Melesat 10%!
Pasar Sepeda Motor Nasional...
Pasar Sepeda Motor Nasional Kirim Sinyal Bahaya, Penjualan Kumulatif 2025 Terkoreksi di Tengah Tekanan Ekonomi
Penjualan Motor Maret...
Penjualan Motor Maret 2025 Anjlok! Target 6,5 Juta Unit Tidak Tercapai?
Tahta Bergoyang Sang...
Tahta Bergoyang Sang Raja Jalanan: Honda Dominasi Pasar Motor, tapi Penjualan Mulai Kehilangan Tenaga
Berita Terkini
Kapolda Riau Namai Anak...
Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo Nona Seroja, Simbol Harapan Baru Konservasi
27 menit yang lalu
Pramono Buka Peluang...
Pramono Buka Peluang Tambah Golongan Penerima Tarif Gratis Transportasi Umum
29 menit yang lalu
Polres Jakpus Ungkap...
Polres Jakpus Ungkap Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda
29 menit yang lalu
Enggan Bebani Daerah...
Enggan Bebani Daerah Penyangga soal Subsidi Transjabodetabek, Pramono: Minimal Renovasi Halte
51 menit yang lalu
Bogor Kian Gemilang!...
Bogor Kian Gemilang! Pemkab Bogor Sukses Pertahankan Opini WTP dari BPK RI
2 jam yang lalu
Gempa M5,4 Guncang Sangihe...
Gempa M5,4 Guncang Sangihe Sulut Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
4 jam yang lalu
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved