Koalisi Jurnalis Makassar: Ada Upaya Polisi Lindungi Rekannya

Rabu, 26 November 2014 - 17:31 WIB
Koalisi Jurnalis Makassar:...
Koalisi Jurnalis Makassar: Ada Upaya Polisi Lindungi Rekannya
A A A
MAKASSAR - Koalisi Jurnalis Makassar menilai aneh kesaksian 22 anggota polisi yang tidak tahu adanya kekerasan terhadap jurnalis saat penyerangan ke Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM).

"Masak kekerasan terhadap teman-teman wartawan tidak tahu. Alasannya, hanya karena mata perih terkena gas air mata," kata Sekretaris Koalisi Jurnalis Makassar Ridwan Marzuki Ridwan Marzuki, Rabu (26/11/2014).

Menurut Ridwan, pihaknya tidak percaya bahwa kasus kekerasan dan perusakan kampus UNM tidak diketahui anggota Sabhara yang diperiksa. Sebab, pada saat aksi unjuk rasa berlangsung, yang mengamankan adalah anggota Sabhara.

"Ada upaya dari aparat polisi untuk melindungi rekannya. Sehingga, mereka bersama-sama mengaburkan kasus kekerasan tersebut. Mereka ini membuat alasan yang kurang rasional. Jika alasan mata perih, kenapa gampang sekali sepeda motor di parkiran bisa dirubuhkan satu per satu.‎ Kemudian menganiaya mahasiswa dan jurnalis," bebernya.

Ditegaskan pula, dalam rekaman wartawan sangat jelas‎ siapa saja pelaku yang terlibat. Sehingga, rekaman itu bisa menjadi petunjuk kepolisian agar mendalami kasus kekerasan terhadap jurnalis. Selain itu, Ridwan juga yakin bahwa intel polisi pasti punya bukti dan kesaksian. Namun, mereka enggan membeberkannya lantaran yang terlibat adalah sesama polisi.

Diberitakan sebelumnya, sidang disiplin terhadap 22 polisi dari Sabhara Polrestabes Makassar, digelar hari ini. Mereka kompak tidak mengetahui adanya kekerasan terhadap jurnalis saat penyerangan ke Kampus UNM pada 13 November 2014.
(zik)
Berita Terkait
Sambut Hari Kebebasan...
Sambut Hari Kebebasan Pers Dunia, Sekjen PBB Kutuk Meningkatnya Ancaman pada Jurnalis
Kritik Pengesahan UU...
Kritik Pengesahan UU KUHP, Dewan Pers: Demokrasi Sedang Terancam
LBH Pers Sebut RKUHP...
LBH Pers Sebut RKUHP Ancam Kerja Jurnalistik
Kritisi KUHP, Yadi Hendriana:...
Kritisi KUHP, Yadi Hendriana: Wartawan Harus Berperan Aktif Jaga Kemerdekaan Pers
Dewan Pers Harapkan...
Dewan Pers Harapkan Presiden Terpilih Jaga Kebebasan Pers
Dewan Pers Sebut Upaya...
Dewan Pers Sebut Upaya Gembosi Kemerdekaan Pers Berlangsung sejak 17 Tahun Silam
Berita Terkini
Tragis! Wanita Tewas...
Tragis! Wanita Tewas usai Jatuh dari Lantai 27 Apartemen di Cempaka Putih
13 menit yang lalu
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
2 jam yang lalu
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
3 jam yang lalu
Tembus 16,46 Juta Pengguna,...
Tembus 16,46 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Sukses Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
3 jam yang lalu
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
4 jam yang lalu
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
4 jam yang lalu
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved