Potensi Hujan di Kabupaten OI-OKI Rendah

Rabu, 05 November 2014 - 09:29 WIB
Potensi Hujan di Kabupaten...
Potensi Hujan di Kabupaten OI-OKI Rendah
A A A
PALEMBANG - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Gaofisika (BMKG) SMB II Palembang, menyatakan potensi hujan di sebagian besar langit Kabupaten Ogan Ilir (OI) dan Ogan Komering Ilir (OKI) masih sangat rendah.

Hal itu, dikarenakan adanya kelainan atau penyimpangan iklim di langit dua kabupaten itu. Kedua kabupaten tersebut saat ini menjadi wilayah yang mensuplai kabut asap terbanyak,

Kasi Informasi dan Observasi BMGK SMB II Palembang, Agus Santosa mengatakan, penguapan yang terjadi di Sumatera Selatan bagian timur sangat minim.

Hal itu disebabkan lokasi wilayah yang rendah. Sehingga proses pembentukan awan menjadi lebih lambat,

"Ditambah adanya penyimpangan anomali udara yang membuat udara di OI dan OKI menjadi panas namun tidak ada penguapan atau pembentukkan awan," ungkapnya.

Sehingga, ditekankan Agus, kedua wilayah itu akan sulit mendapatkan hujan. Selain karena awan yang terbentuk sedikit, akibat proses penguapan yang rendah juga ditambah awan tidak berkembang menjadi hujan.

"Itu kenapa kedua wilayah itu akan lebih lambat hujan. Berbeda seperti sebelah Sumsel arah Barat, seperti Banyuasin, Muba dan Mura," timpalnya.

Menurut Agus, pada beberapa kabupaten yang berada di sebelah barat Sumsel memang memiliki potensi hujan yang lebih tinggi. "Namun hujannya masih regional dan lebih banyak terjadi pada malam hari," kata dia.

Sementara itu, jika membandingkan dengan beberapa provinsi di atas Sumsel, misalnya Padang dan Medan, sudah mengalami curah hujan yang tinggi. Bahkan, di kedua wilayah itu sudah terjadi banjir.

"Nanti itu hujan juga mengarah ke Sumsel, dimulai dari wilayah Barat menuju ke Timur bawah. Kan periodik hujannya juga akan terjadi di Sumsel. Tapi diprediksikan hujan mulai merata di Sumsel pada Desember mendatang," papar Agus.

Kondisi musim kemarau yang terjadi di Sumsel, saat ini hampir sama dengan kondisi yang terjadi sekitar tahun 2006 lalu.

Terdapat penyimpangan (anomali) iklim pada wilayah Sumsel region timur. Akibatnya peluang hujan pada bulan Oktober hingga November masih sangat rendah.

"Sekarang di November ini masih peralihan. Sudah mulai hujan atau udara terasa mendung, tapi hujan belum merata," tandasnya.

Sementara hingga Rabu (4/11/2014) pagi, kota Palembang dan sekitarnya masih dikepung kabut asap.
(sms)
Berita Terkait
Awal Musim Kemarau 2024...
Awal Musim Kemarau 2024 Diprediksi Mundur, Ini Rincian Daerahnya
Sungai Batanghari Surut...
Sungai Batanghari Surut Akibat Kemarau, Munculkan Pulau Berpasir
Puncak Kemarau di Maros...
Puncak Kemarau di Maros Diprediksi Pada Bulan Agustus
56% Wilayah Indonesia...
56% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau Sejak Awal Juli 2023
Puncak Musim Kemarau...
Puncak Musim Kemarau Diprediksi Agustus 2025, BMKG: Berlangsung Lebih Singkat
September Puncak Musim...
September Puncak Musim Kemarau, Oktober Transisi ke Musim Hujan
Berita Terkini
PSN Papua Tetap Perhatikan...
PSN Papua Tetap Perhatikan Kelestarian Lingkungan dan Serap Ribuan Tenaga Kerja OAP
24 menit yang lalu
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
3 jam yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
4 jam yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
6 jam yang lalu
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
7 jam yang lalu
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
7 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved