Konsep Kota Tropis Cocok Direalisasikan di Pinggiran Jakarta

Selasa, 04 November 2014 - 02:59 WIB
Konsep Kota Tropis Cocok...
Konsep Kota Tropis Cocok Direalisasikan di Pinggiran Jakarta
A A A
DEPOK - Untuk mengatasi masalah permukiman di kota metropolitan seperti Jakarta, tim peneliti dari Indonesia-Switzerland membuat penelitian hunian dengan konsep Kota Tropis yang berpusat pada unit tambahan bernama Rumah Tambah (Rubah).

Rubah merupakan tambahan dari bangunan dasar yang sudah ada. Rubah mendorong pemadatan bangunan vertikal hingga empat lantai dalam skala lingkungan, desa dan kota. Strategi perencanaan yang lebih luas menyertakan infrastruktur ruang publik, lanskap produktif, pengolahan air limbah, produksi energi matahari, dan penadahan air hujan.

Konsep Kota Tropis yang berpusat pada Rubah ini cocok direalisasikan di kawasan pinggiran Jakarta.

Konsep Kota Tropis merupakan kawasan hunian yang didesain sesuai dengan kebiasaan masyarakat di suatu tempat. Artinya, masyarakat tidak dipaksa untuk berubah secara sosialnya.

Secara fisik, Kota Tropis ini merupakan kawasan yang ramah lingkungan. Karena, dalam satu kawasan hunian dilengkapi dengan sumur resapan, taman dengan pohon bambu sebagai tanaman utama serta sistem pengelolaan air limbah dan air hujan yang bisa digunakan kembali untuk kebutuhan sehari-hari (MCK).

Menurut Assistant Researcher Singapore-ETH Centre Abdul Said Ahtar, nantinya permukiman ini terdiri dari rumah yang bahan materialnya local content, dindingnya dari bambu. Bambu diambil dari taman yang ada di sekitar kawasan hunian. Untuk teknisnya, bangunan akan diperkuat pada fondasi dasar sehingga ketika akan dilakukan penambahan (rubah) vertikal kekuatan awal sudah ada.

"Untuk penambahan di lantai atas, tiang pemancangnya terbuat dari plat konstruksi baja yang bisa dibongkar pasang," kata Abdul Said Ahtar saat pameran Future City Jakarta di Perpustakaan Pusat UI, Depok, Senin (3/11/2014).

Luas satu lantai, sekitar 36 meter persegi. Untuk dinding rumah terbuat dari bambu. Jadi, di sekitar permukiman akan ditanam pohon bambu. Tiap satu hektare akan ditanam satu strip tanaman bambu.

"Sehingga warga permukiman bisa mengambil bambu untuk bangun rumah," ujarnya.

Selain itu, setiap rumah dilengkapi dengan pipa penampung air. Daya tampungnya mencapai 2.000 liter. Air itu nantinya akan diproses agar bisa menghasilkan air bersih untuk keperluan sehari-hari.

"Airnya bisa digunakan untuk mencuci namun tidak untuk dikonsumsi," pungkasnya.
(zik)
Berita Terkait
Warga Lebak Banten Protes...
Warga Lebak Banten Protes Pembangunan Jembatan Lambat
Proyek Infrastruktur...
Proyek Infrastruktur Digencarkan dengan Terobosan Pembiayaan
TelkomGroup Berhasil...
TelkomGroup Berhasil Rampungkan Infrastruktur di Sumatra
Pembiayaan Infrastruktur...
Pembiayaan Infrastruktur Turun
Sarana Multi Infrastruktur...
Sarana Multi Infrastruktur Resmikan Fasilitas MCK Untuk Warga Desa Konga, NTT
Tingkatkan Daya Saing...
Tingkatkan Daya Saing Nasional dengan Pembangunan Infrastruktur
Berita Terkini
Bobby Nasution Dukung...
Bobby Nasution Dukung Kongres HMI ke-33 Digelar di Sumatera Utara
1 jam yang lalu
Aksi Pelemparan ke KRL...
Aksi Pelemparan ke KRL Masih Terjadi, KAI Commuter Ingatkan Pelaku Bisa Dipenjara 15 Tahun
2 jam yang lalu
Gunung Merapi Luncurkan...
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2.000 Meter
3 jam yang lalu
Gempa M7,8 Filipina...
Gempa M7,8 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, Alarm Zona Megathrust yang Terlupakan
3 jam yang lalu
Ada FIFA Matchday Indonesia...
Ada FIFA Matchday Indonesia Vs Mozambik, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
4 jam yang lalu
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
15 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved