Genangan di Jakbar Tak Akan Hilang Musim Hujan Ini
Kamis, 23 Oktober 2014 - 03:02 WIB
Genangan di Jakbar Tak Akan Hilang Musim Hujan Ini
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah genangan di Jakarta Barat tidak akan hilang pada musim hujan tahun ini. Alasannya air dari Tangerang masih melintas di kawasan terbanyak titik genangan tersebut.
Kepala Seksie Perencanaan Sudin PU Air Jakarta Barat Santo mengaku, genangan di wilayahnya menjadi terbanyak dibanding lima wilayah yang ada di Jakarta.
Hampir semua kawasan yang dilintasi kali dan saluran penghubung mengalami genangan ketika hujan turun dalam intensitas besar.
Di antaranya, normalisasi Kali Maja, Saluran Kali irigasi Cisadane Timur, Kali Sekertaris, Pondok Randu, Sumur Bor, Kosmos, Taman Ratu dan Saluran Jalan Panjang tepat di kawasan Green Garden.
Untuk itu, pada APBD 2014 ini, pihaknya lebih banyak mengambil kegiatan fisik untuk normalisasi kali lantaran penyebab utama genangan itu dipastikan bersumber dari dangkalnya kali dan saluran penghubung tersebut.
"Dari 41 kegiatan yang kami ajukan ke ULP DKI, ada tiga yang gagal lelang. Kemudian dari 38 sisanya, 28 di antaranya adalah pengerjaan fisik normalisasi dengan bentuk pelebaran saluran, pengerukan dan pemasangan pompa," kata Santo saat dihubungi, Rabu 22 Oktober 2014.
Santo menjelaskan, semua kegiatan fisik tersebut tentunya tidak akan menghilangkan titik genangan air. Melainkan hanya menurunkan durasi lamanya genangan tersebut hilang.
Menurutnya, untuk menghilangkan genangan air di Jakarta Barat, Pemerintah Pusat harus segera membangun Cengkareng Drain II yang mengalirkan air dari Tangerang langsung ke laut.
"Misalnya genangan tersebut baru hilang sekira enam jam, musim hujan nanti diperkirakan satu jam sudah hilang," ungkapnya.
Selain itu, kata Santo, pihaknya juga telah melakukan pemotongan saluran (Crossing) untuk menghilangkan genangan di Jalan Arjuna Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat tepat depan Kampus Esa Unggul dan di KM 3 Daan Mogot, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Sementara untuk di Jalan S Parman, depan Kampus Universitas Trisakti atau kawasan perempatan Grogol, pihaknya baru sebatas membuat mulut-mulut air, menambah tanggul dan kolam kulakan untuk menampung debit air yang berada di Jalan sebelum masuk ke kali Grogol.
"Di Jalan Arjuna Utara, saluran dua meter yang di bawah jalan tol dipotong lari ke saluran penghubung Ikatan Wartawan Indonesia, sehingga saluran warga yang lari ke arah Esa Unggul itu langsung menuju ke Kali Sekertaris. Sedangkan untuk di perempatan Grogol, kami menunggu dua pompa yang akan diajukan pada APBD 2015 mendatang," jelasnya.
Kepala Seksie Perencanaan Sudin PU Air Jakarta Barat Santo mengaku, genangan di wilayahnya menjadi terbanyak dibanding lima wilayah yang ada di Jakarta.
Hampir semua kawasan yang dilintasi kali dan saluran penghubung mengalami genangan ketika hujan turun dalam intensitas besar.
Di antaranya, normalisasi Kali Maja, Saluran Kali irigasi Cisadane Timur, Kali Sekertaris, Pondok Randu, Sumur Bor, Kosmos, Taman Ratu dan Saluran Jalan Panjang tepat di kawasan Green Garden.
Untuk itu, pada APBD 2014 ini, pihaknya lebih banyak mengambil kegiatan fisik untuk normalisasi kali lantaran penyebab utama genangan itu dipastikan bersumber dari dangkalnya kali dan saluran penghubung tersebut.
"Dari 41 kegiatan yang kami ajukan ke ULP DKI, ada tiga yang gagal lelang. Kemudian dari 38 sisanya, 28 di antaranya adalah pengerjaan fisik normalisasi dengan bentuk pelebaran saluran, pengerukan dan pemasangan pompa," kata Santo saat dihubungi, Rabu 22 Oktober 2014.
Santo menjelaskan, semua kegiatan fisik tersebut tentunya tidak akan menghilangkan titik genangan air. Melainkan hanya menurunkan durasi lamanya genangan tersebut hilang.
Menurutnya, untuk menghilangkan genangan air di Jakarta Barat, Pemerintah Pusat harus segera membangun Cengkareng Drain II yang mengalirkan air dari Tangerang langsung ke laut.
"Misalnya genangan tersebut baru hilang sekira enam jam, musim hujan nanti diperkirakan satu jam sudah hilang," ungkapnya.
Selain itu, kata Santo, pihaknya juga telah melakukan pemotongan saluran (Crossing) untuk menghilangkan genangan di Jalan Arjuna Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat tepat depan Kampus Esa Unggul dan di KM 3 Daan Mogot, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Sementara untuk di Jalan S Parman, depan Kampus Universitas Trisakti atau kawasan perempatan Grogol, pihaknya baru sebatas membuat mulut-mulut air, menambah tanggul dan kolam kulakan untuk menampung debit air yang berada di Jalan sebelum masuk ke kali Grogol.
"Di Jalan Arjuna Utara, saluran dua meter yang di bawah jalan tol dipotong lari ke saluran penghubung Ikatan Wartawan Indonesia, sehingga saluran warga yang lari ke arah Esa Unggul itu langsung menuju ke Kali Sekertaris. Sedangkan untuk di perempatan Grogol, kami menunggu dua pompa yang akan diajukan pada APBD 2015 mendatang," jelasnya.
(mhd)