Ini Kata Pengelola e-Parking Stasiun Bogor
Jum'at, 03 Oktober 2014 - 22:49 WIB
Ini Kata Pengelola e-Parking Stasiun Bogor
A
A
A
JAKARTA - PT Reska Multi Usaha pengelola e-Parking Stasiun Bogor tak mau berkomentar terkait belum adanya IMB dan IPTP.
Manager Humas PT Reska Multi Usaha Suyono Syam menjelaskan, tidak bisa berkomentar banyak terkait surat teguran yang dilayangkan Pemkot Bogor.
"Nanti kita kordinasi dulu dengan pihak DLLAJ. Tapi kita sudah membayar pajak parkir kepada Pemkot. Saya pikir setelah membayar pajak itu, sudah mengantungi izin, ternyata tidak. Makanya kita akan memproses lagi," ungkapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, area parkir stasiun Bogor yang baru diresmikan fasilitas e-Parking, Rabu 2 Oktober kemarin, dipersoalkan Pemkot Bogor lantaran diduga bangunan tersebut belum mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB) dan IPTP.
Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman mengatakan sejak PT KAI mengerjakan perluasan bangunan berlantai dua untuk area parkir penumpang hingga selesai belum juga ada pengajuan izin dari Pemkot Bogor.
"PT KAI selaku perusahaan pelat merah seharus memberi teladan. Lengkapilah perizinan yang ada, baru beroperasi," tegasnya.
Manager Humas PT Reska Multi Usaha Suyono Syam menjelaskan, tidak bisa berkomentar banyak terkait surat teguran yang dilayangkan Pemkot Bogor.
"Nanti kita kordinasi dulu dengan pihak DLLAJ. Tapi kita sudah membayar pajak parkir kepada Pemkot. Saya pikir setelah membayar pajak itu, sudah mengantungi izin, ternyata tidak. Makanya kita akan memproses lagi," ungkapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, area parkir stasiun Bogor yang baru diresmikan fasilitas e-Parking, Rabu 2 Oktober kemarin, dipersoalkan Pemkot Bogor lantaran diduga bangunan tersebut belum mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB) dan IPTP.
Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman mengatakan sejak PT KAI mengerjakan perluasan bangunan berlantai dua untuk area parkir penumpang hingga selesai belum juga ada pengajuan izin dari Pemkot Bogor.
"PT KAI selaku perusahaan pelat merah seharus memberi teladan. Lengkapilah perizinan yang ada, baru beroperasi," tegasnya.
(whb)