Diuber Polisi, Kurir Buang 18 Kg Ganja di Kampus UI
Senin, 29 September 2014 - 22:32 WIB
Diuber Polisi, Kurir Buang 18 Kg Ganja di Kampus UI
A
A
A
DEPOK - Polisi masih menyelidiki pelaku yang membuang ganja 18 kg di Kampus UI. Diduga kuat pelaku panik karena dibuntuti polisi.
Kapolsek Beji Kompol Gusti Ayu Supiati mengungkapkan, tadi sore sekitar pukul 15.00 WIB ditemukan 18 kg ganja di sekitar kawasan Kampus UI.
Saksi mata melihat, pembuang bungkusan ganja itu seorang lelaki yang mengendarai sepeda motor.
"Pembuang ganja itu diduga kurir narkoba yang tahu dibuntuti oleh polisi. Kita pun telah memperoleh informasi saat itu memang ada polisi yang hendak menangkap pelaku dengan berpura-pura bertransaksi ganja," ungkap Ayu kepada wartawan, Senin (29/9/2014)
Ayu menutukan, pelaku kabur mengendarai sepeda motor menuju Jalan Lenteng Agung.
"Kita sudah koordinasi dengan Polda. Lima orang saksi telah dimintai keterangan," tuturnya.
Menurut Ayu, kampus UI yang luas itu sangat rawan disalahgunakan oleh pengedar. Pada 2014 saja, sudah dua kali pengungkapan kasus ganja di kawasan tersebut.
Kasubdit Pembinaan Lingkungan Kampus (PLK) UI Dadang Erwandi membenarkan kejadian itu. Namun, dia mengklaim kejadian itu sudah berada di luar kampus UI. "Itu di jalan luar UI," katanya.
Menurut Dadang, tercernya bungkus ganja itu karena ada pengejaran oleh anggota polisi. "Ada tiga paket yang tercecer," ucapnya.
Kapolsek Beji Kompol Gusti Ayu Supiati mengungkapkan, tadi sore sekitar pukul 15.00 WIB ditemukan 18 kg ganja di sekitar kawasan Kampus UI.
Saksi mata melihat, pembuang bungkusan ganja itu seorang lelaki yang mengendarai sepeda motor.
"Pembuang ganja itu diduga kurir narkoba yang tahu dibuntuti oleh polisi. Kita pun telah memperoleh informasi saat itu memang ada polisi yang hendak menangkap pelaku dengan berpura-pura bertransaksi ganja," ungkap Ayu kepada wartawan, Senin (29/9/2014)
Ayu menutukan, pelaku kabur mengendarai sepeda motor menuju Jalan Lenteng Agung.
"Kita sudah koordinasi dengan Polda. Lima orang saksi telah dimintai keterangan," tuturnya.
Menurut Ayu, kampus UI yang luas itu sangat rawan disalahgunakan oleh pengedar. Pada 2014 saja, sudah dua kali pengungkapan kasus ganja di kawasan tersebut.
Kasubdit Pembinaan Lingkungan Kampus (PLK) UI Dadang Erwandi membenarkan kejadian itu. Namun, dia mengklaim kejadian itu sudah berada di luar kampus UI. "Itu di jalan luar UI," katanya.
Menurut Dadang, tercernya bungkus ganja itu karena ada pengejaran oleh anggota polisi. "Ada tiga paket yang tercecer," ucapnya.
(whb)