Ribuan Hektare Padi di Bekasi Terancam Puso

Sabtu, 27 September 2014 - 00:21 WIB
Ribuan Hektare Padi...
Ribuan Hektare Padi di Bekasi Terancam Puso
A A A
MUSIM KEMARAU - Sebanyak 1.485 hektare area persawahan di Kabupaten Bekasi mulai mengalami kekeringan dan terancam puso.

"85 hektare sawah sudah mengalami kekeringan di beberapa wilayah pelosok, kategorinya masih ringan," ujar Kasi Pertanian, Dinas Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bekasi, Ade Winata, Jumat (26/9/2014).

Menurutnya, sebanyak dua hektare lainnya mengalami kekeringan sedang. total luas area persawahan yang ditanami padi di Kabupaten Bekasi mencapai 27.993 hektare.

"Paling banyak berada di bagian utara Kabupaten Bekasi," katanya.

Misalnya diwilayah Kecamatan Pebayuran, Babelan, Cabang Bungin. Usia padi rata-rata sudah mencapai tiga bulan, atau masuk masa panen. Saat ini, kata dia, pihaknya memberikan bantuan berupa pompa untuk mengairi sawah itu.

Selain itu, lanjut dia, sejumlah saluran irigasi yang mengairi persawahan mereka mulai mendangkal. Karena itu, air tak dapat mengalir ke sawah, sehingga harus dipompa.
"Sekali mompa, untuk tiga hari mengairi sawah tersebut," ungkapnya.

Ade menambahkan, kebutuhan air untuk pertanian di Kabupaten Bekasi disuplai dari Waduk Jatiluhur melalui aliran Tarum Barat. Tapi, lantaran debit menurun, sehingga air diprioritaskan dikirim ke Jakarta untuk kebutuhan air baku, serta industri.

"Kebutuhan kita nomer empat, soalnya gratis, prioritas ke Jakarta untuk minum," tegasnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Kabupaten Bekasi Sahat Banjar Nahor mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pemantauan terhadap kecamatan-kecamatan yang dilanda kekeringan.

Pihaknya saat ini belum menggeluarkan darurat bencana atas kejadian kekeringan ini. Pasalnya, baru satu kecamatan yang melapor siaga kekeringan, yakni dibeberapa wilayah Kecamatan Cibarusah

Menurutnya, dikeluarkan status darurat kekeringan, minimal empat Kecamatan yang membuat laporan.

"Kami masih memantau, sampai hingga beberapa hari ke depan. Dan kami akan terus memantau," tandasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Awal Musim Kemarau 2024...
Awal Musim Kemarau 2024 Diprediksi Mundur, Ini Rincian Daerahnya
Sungai Batanghari Surut...
Sungai Batanghari Surut Akibat Kemarau, Munculkan Pulau Berpasir
Puncak Kemarau di Maros...
Puncak Kemarau di Maros Diprediksi Pada Bulan Agustus
56% Wilayah Indonesia...
56% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau Sejak Awal Juli 2023
Puncak Musim Kemarau...
Puncak Musim Kemarau Diprediksi Agustus 2025, BMKG: Berlangsung Lebih Singkat
September Puncak Musim...
September Puncak Musim Kemarau, Oktober Transisi ke Musim Hujan
Berita Terkini
Kecelakaan Maut Tewaskan...
Kecelakaan Maut Tewaskan 12 Orang di Pantura Indramayu, DPR: Pikap Angkut Penumpang Itu Ilegal!
12 menit yang lalu
Polisi Tangkap Peneror...
Polisi Tangkap Peneror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel, Ini Identitasnya
1 jam yang lalu
Sengketa Berakhir, Warek...
Sengketa Berakhir, Warek II UIN Jakarta Resmi Buka MPLS SMA/SMK Triguna
1 jam yang lalu
Dilengkapi Berbagai...
Dilengkapi Berbagai Fasilitas, Gedung Sekolah Rakyat Siap Difungsikan untuk MPLS
2 jam yang lalu
BMKG Deteksi Siklon...
BMKG Deteksi Siklon Tropis HAISHEN di Utara Papua, Ini Dampaknya bagi Cuaca Indonesia
2 jam yang lalu
Mobil Listrik Tetap...
Mobil Listrik Tetap Masuk Pajak Progresif? Ini Penjelasan Lengkapnya
2 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved