Hari Ini, Massa FPI Akan Kepung DPRD DKI
Rabu, 24 September 2014 - 09:02 WIB
Hari Ini, Massa FPI Akan Kepung DPRD DKI
A
A
A
JAKARTA - Menolak Ahok, puluhan ribu massa FPI diestimasikan akan mengepung DPRD DKI Jakarta. Puluhan ribu massa ini berasal dari FPI dan sejumlah organisasi masyarakat Islam.
Sekretaris DPD FPI DKI Jakarta Novel Bamu'min, pihaknya akan mengerahkan puluhan ribu massa untuk menolak kepemimpinan Ahok.
"Puluhan ribu massa ini tidak hanya dari FPI, ada ormas lainnya dan juga Forum Umat Islam se-Jabodetabek," terangnya, ketika dihubungi Rabu (24/9/2014).
Massa, lanjut Habib Novel, akan berkumpul di Jalan Petamburan III, Palmerah, Jakbar. Sekitar pukul 09.00 WIB, massa menggunakan berbagai kendaraan akan berkonvoi menuju DPRD DKI.
Sebelumnya, FPI menolak keras kepemimpinan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan memasang ribuan spanduk di seluruh Jakarta.
FPI menilai Ahok bukan figur pemimpin Jakarta yang memiliki kriteria baik.
"Pemimpin Jakarta itu harus beriman, bertaqwa dan kompeten," kata Novel Bamu'min.
Novel menyinggung soal kepemimpinan Ahok yang terkenal kontroversial dan terkesan arogan.
"Selain itu pemimpin Jakarta nantinya harus lebih santun, tutur katanya lembut tapi tetap tegas," tambahnya.
Sekretaris DPD FPI DKI Jakarta Novel Bamu'min, pihaknya akan mengerahkan puluhan ribu massa untuk menolak kepemimpinan Ahok.
"Puluhan ribu massa ini tidak hanya dari FPI, ada ormas lainnya dan juga Forum Umat Islam se-Jabodetabek," terangnya, ketika dihubungi Rabu (24/9/2014).
Massa, lanjut Habib Novel, akan berkumpul di Jalan Petamburan III, Palmerah, Jakbar. Sekitar pukul 09.00 WIB, massa menggunakan berbagai kendaraan akan berkonvoi menuju DPRD DKI.
Sebelumnya, FPI menolak keras kepemimpinan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan memasang ribuan spanduk di seluruh Jakarta.
FPI menilai Ahok bukan figur pemimpin Jakarta yang memiliki kriteria baik.
"Pemimpin Jakarta itu harus beriman, bertaqwa dan kompeten," kata Novel Bamu'min.
Novel menyinggung soal kepemimpinan Ahok yang terkenal kontroversial dan terkesan arogan.
"Selain itu pemimpin Jakarta nantinya harus lebih santun, tutur katanya lembut tapi tetap tegas," tambahnya.
(ysw)